Kulit merupakan organ terluar yang berperan penting sebagai pelindung tubuh dari berbagai faktor lingkungan. Ketika kulit mengalami gangguan atau luka, fase inflamasi menjadi salah satu tahapan penting untuk proses penyembuhan. Namun, inflamasi yang berlangsung secara berlebihan dapat menghambat proses penyembuhan luka, sehingga diperlukan agen yang mampu mengendalikan respons inflamasi. Beberapa tumbuhan diketahui mengandung berbagai biomolekul yang memiliki aktivitas antiinflamasi, salah satunya ialah lidah buaya (Aloe vera). Seiring dengan berkembangnya teknologi, biomolekul aktif tanaman diketahui dapat ditemukan dalam Plant-derived exosome-like nanovesicles (PDEN) yang berpotensi sebagai sumber bahan bioaktif. Untuk mendukung pemanfaatannya dalam aplikasi regeneratif, PDEN dapat dimuat ke dalam hidrogel sebagai platform biomaterial yang berpotensi mendukung pelepasan bahan bioaktif secara bertahap. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi PDEN dari Aloe vera (Av-PDEN), mengevaluasi aktivitas antiinflamasi nya pada sel RAW 264.7, serta mengkarakterisasi hidrogel polivinil alkohol (PVA)-kitosan sebagai platform biomaterial. Selanjutnya, potensi biologis medium hasil pelepasan dari hidrogel bermuatan Av-PDEN dievaluasi terhadap viabilitas sel 1BR.3. Metode diferensial sentrifugasi dan presipitasi polietilen glikol 6000 (PEG 6000) digunakan untuk mengisolasi Av-PDEN kemudian dilakukan identifikasi dan karakterisasi menggunakan Nanoparticle Tracking Analysis (NTA), uji Bicinchoninic Acid (BCA), Transmission Electron Microscopy (TEM), dan Liquid Chromatography-Tandem Mass Spectrometry-High Resolution Mass Spectrometry (LC-MS/MS-HRMS). Aktivitas antiinflamasi dievaluasi melalui uji sitotoksisitas, internalisasi sel, produksi nitric oxide (NO), reactive oxygen species (ROS), interleukin-6 (IL-6), dan polarisasi makrofag. Hidrogel PVA-kitosan kemudian di fabrikasi dan dikarakterisasi sifat fisiknya, sedangkan potensi biologis medium hasil pelepasannya dievaluasi melalui uji viabilitas sel 1BR.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Av-PDEN berhasil diisolasi dan memiliki karakteristik umum PDEN, ditandai dengan ukuran rata-rata partikel 173 nm, morfologi vesikel berbentuk sferis dengan membran lipid bilayer, serta kandungan protein sebesar 120-180 ?g/mL. Av-PDEN tidak bersifat sitotoksik, dapat diinternalisasi oleh sel RAW 264.7. Pada konsentrasi 40 ?g/mL, Av-PDEN secara signifikan menurunkan
produksi NO, ROS, dan ekspresi CD80 sebagai penanda makrofag M1, sedangkan kadar IL-6 menunjukkan kecenderungan penurunan yang belum signifikan secara statistik. Ekspresi CD206 sebagai penanda M2 juga belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Hidrogel PVA-kitosan diketahui memiliki karakteristik yang dapat mendukung penggunaannya sebagai platform biomaterial, yaitu memiliki contact angle 66,6°, water content 82,5 ± 1,0%, nilai swelling sekitar 700% setelah 24 jam, dan biodegradasi bertahap. Medium hasil pelepasannya mampu mempertahankan viabilitas sel 1BR.3 selama pengamatan. Secara umum, Av-PDEN berhasil diisolasi dan memiliki karakteristik umum PDEN, serta berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Hidrogel PVA-kitosan juga berpotensi digunakan sebagai platform biomaterial bermuatan Av-PDEN untuk pengembangan lebih lanjut pada aplikasi penyembuhan luka.
Perpustakaan Digital ITB