digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Disertasi ini meneliti pengaruh kapabilitas Business Analytics (BA) terhadap kinerja operasional fasilitas permukaan minyak dan gas hulu yang menua, sebuah konteks brownfield yang masih jarang dikaji dalam literatur BA yang selama ini didominasi orientasi teknologi dan paradigma design science. Penelitian ini berlandaskan Resource-Based View dan diintegrasikan dengan kerangka Technology-Organization-Environment, Socio-Technical Systems Theory, serta Decision Theory, sehingga menempatkan Surface Facility Management sebagai sumber daya strategis dan BA sebagai kapabilitas pencipta nilai yang dioperasionalkan melalui dimensi tata kelola, manusia dan budaya, proses dan metodologi, serta teknologi dan data. Desain penelitian bersifat pragmatis, abduktif, dan mixed methods sequential yang dibangun di atas studi kasus tunggal pada operator brownfield (PT XYZ) di Wilayah Kerja Rokan, Indonesia. Tahap kualitatif menganalisis wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah bersama tujuh informan kunci dari dua belas proyek BA strategis, sedangkan tahap kuantitatif menguji hubungan hipotesis melalui Partial Least Squares Structural Equation Modeling terhadap 130 responden. Temuan penelitian menyimpang dari narasi dominan dalam literatur BA. Struktur tata kelola muncul sebagai prediktor terkuat kapabilitas BA (? = 0,248, p < 0,01), diikuti manusia dan budaya (? = 0,244, p < 0,05) serta nilai bisnis (? = 0,234, p < 0,05), sementara proses dan metodologi (? = 0,148, p = 0,246) dan teknologi dan data (? = 0,058, p = 0,478) tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Hubungan struktural terkuat mengalir dari proses pengambilan keputusan menuju luaran kinerja (? = 0,712, p < 0,001), yang menegaskan bahwa BA menciptakan nilai terutama melalui peningkatan kualitas keputusan, bukan melalui kecanggihan pengolahan data. Hasil ini mengindikasikan bahwa investasi teknologi telah mencapai ambang kecukupan dan faktor organisasional, khususnya tata kelola dan budaya, menjadi kendala pengikat keberhasilan analitik pada lingkungan padat aset yang kritis terhadap keselamatan. Penelitian ini menyumbangkan kerangka kapabilitas BA spesifik konteks yang berpusat pada tata kelola, mempertajam batasan kondisi model kapabilitas yang ada, serta menawarkan peta jalan implementasi bertahap bagi operator yang mengelola fasilitas permukaan menua. Kata kunci: kapabilitas business analytics, manajemen fasilitas permukaan, aset brownfield menua, tata kelola, proses pengambilan keputusan, mixed methods, PLS-SEM, minyak dan gas