Disertasi ini meneliti pengaruh kapabilitas Business Analytics (BA) terhadap
kinerja operasional fasilitas permukaan minyak dan gas hulu yang menua,
sebuah konteks brownfield yang masih jarang dikaji dalam literatur BA yang
selama ini didominasi orientasi teknologi dan paradigma design science.
Penelitian ini berlandaskan Resource-Based View dan diintegrasikan dengan
kerangka Technology-Organization-Environment, Socio-Technical Systems
Theory, serta Decision Theory, sehingga menempatkan Surface Facility
Management sebagai sumber daya strategis dan BA sebagai kapabilitas
pencipta nilai yang dioperasionalkan melalui dimensi tata kelola, manusia dan
budaya, proses dan metodologi, serta teknologi dan data. Desain penelitian
bersifat pragmatis, abduktif, dan mixed methods sequential yang dibangun di
atas studi kasus tunggal pada operator brownfield (PT XYZ) di Wilayah Kerja
Rokan, Indonesia. Tahap kualitatif menganalisis wawancara mendalam dan
diskusi kelompok terarah bersama tujuh informan kunci dari dua belas proyek
BA strategis, sedangkan tahap kuantitatif menguji hubungan hipotesis melalui
Partial Least Squares Structural Equation Modeling terhadap 130 responden.
Temuan penelitian menyimpang dari narasi dominan dalam literatur BA.
Struktur tata kelola muncul sebagai prediktor terkuat kapabilitas BA (? = 0,248,
p < 0,01), diikuti manusia dan budaya (? = 0,244, p < 0,05) serta nilai bisnis
(? = 0,234, p < 0,05), sementara proses dan metodologi (? = 0,148, p = 0,246)
dan teknologi dan data (? = 0,058, p = 0,478) tidak menunjukkan pengaruh
langsung yang signifikan. Hubungan struktural terkuat mengalir dari proses
pengambilan keputusan menuju luaran kinerja (? = 0,712, p < 0,001), yang
menegaskan bahwa BA menciptakan nilai terutama melalui peningkatan
kualitas keputusan, bukan melalui kecanggihan pengolahan data. Hasil ini
mengindikasikan bahwa investasi teknologi telah mencapai ambang kecukupan
dan faktor organisasional, khususnya tata kelola dan budaya, menjadi kendala
pengikat keberhasilan analitik pada lingkungan padat aset yang kritis terhadap
keselamatan. Penelitian ini menyumbangkan kerangka kapabilitas BA spesifik
konteks yang berpusat pada tata kelola, mempertajam batasan kondisi model
kapabilitas yang ada, serta menawarkan peta jalan implementasi bertahap bagi
operator yang mengelola fasilitas permukaan menua.
Kata kunci: kapabilitas business analytics, manajemen fasilitas permukaan,
aset brownfield menua, tata kelola, proses pengambilan keputusan, mixed
methods, PLS-SEM, minyak dan gas
Perpustakaan Digital ITB