LiDAR (Light Detection and Ranging) adalah teknologi pengenalan objek jarak jauh yang menggunakan media cahaya (laser) untuk mengetahui jarak (ranging) dan informasi dari suatu titik pada objek yang dituju. Pada bidang kelistrikan, pengelolaan dan pengawasan merupakan aspek penting yang membutuhkan pengamatan dengan ketelitian yang tinggi. Salah satu teknologi penginderaan jauh yang dapat memenuhi kebutuhan terebut adalah teknologi LiDAR. Pada penelitian kali ini data LiDAR akan digunakan untuk membantu pengawasan dan pengelolaan sistem transmisi tenaga listrik tegangan tinggi. Prosesnya dimulai dengan mengklasifikasi point clouds yang akan digunakan untuk pembentukan objek kabel listrik dan menara transmisi tenaga listrik. Dari pembentukan kabel yang didapat, hal yang bisa dilakukan berikutnya adalah mendeteksi objek-objek berbahaya disekitar kabel dengan memasukkan parameter-parameter yang menentukan jalannya kedua proses tersebut. Melalui perhitungan jarak antar menara dan perbedaan tinggi antar menara, nilai kelendutan kabel (sag) juga didapatkan. Hasil dari penelitian akan memperlihatkan vektorisasi menara dan kabel dalam bentuk CAD, kemudian penelitian juga menunjukkan bahwa dengan memakai standar jarak radius aman minimum 4,5 m (SPLN 1996) terdeteksi pada jalur transmisi listrik di Jawa Barat ada 119 pointclouds yang termasuk dalam objek berbahaya. Dan dari hasil penghitungan 24 kabel yang terpasang pada 5 menara, ditemukan nilai kelendutan dengan rata rata sebesar 0,5278 meter pada jarak gawang pertama, 0,8243 meter pada jarak gawang kedua, 0,7189 meter pada jarak gawang ketiga, dan 0,3174 meter pada jarak gawang keempat. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa teknologi LiDAR dapat dipakai untuk membantu pengelolaan dan pengawasan sistem transmisi tenaga listrik tegangan tinggi.
Perpustakaan Digital ITB