digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Fahri Gunawan
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang rentan terhadap perubahan kondisi oseanografi dan variabilitas iklim. Penelitian ini mengkaji kerentanan ekologis terumbu karang di WPPNRI 714 selama periode 2019–2025 menggunakan Ecological Vulnerability Index (EVI) yang disusun dari enam parameter oseanografi (SST, DHW, salinitas, SLA, klorofil-a, dan arus permukaan) melalui pendekatan Spatial Principal Component Analysis (SPCA), dengan faktor dominan dianalisis menggunakan GeoDetector. Hasil menunjukkan tiga komponen utama menjelaskan 90,37–93,98% variasi data, dengan DHW sebagai parameter dominan dalam pembentukan EVI sekaligus faktor utama pengendali distribusi kerentanan ekologis. Nilai rata-rata EVI berfluktuasi antara 0,414–0,747, dengan beberapa lokasi seperti Pulau Manuk, Kepulauan Tanimbar, Bombana, dan Kepulauan Kei secara konsisten menunjukkan kerentanan relatif tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi SPCA dan GeoDetector mampu menggambarkan dinamika kerentanan ekologis secara objektif dan mendukung pengelolaan terumbu karang di WPPNRI 714.