Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang rentan terhadap perubahan
kondisi oseanografi dan variabilitas iklim. Penelitian ini mengkaji kerentanan
ekologis terumbu karang di WPPNRI 714 selama periode 2019–2025 menggunakan
Ecological Vulnerability Index (EVI) yang disusun dari enam parameter
oseanografi (SST, DHW, salinitas, SLA, klorofil-a, dan arus permukaan) melalui
pendekatan Spatial Principal Component Analysis (SPCA), dengan faktor dominan
dianalisis menggunakan GeoDetector. Hasil menunjukkan tiga komponen utama
menjelaskan 90,37–93,98% variasi data, dengan DHW sebagai parameter dominan
dalam pembentukan EVI sekaligus faktor utama pengendali distribusi kerentanan
ekologis. Nilai rata-rata EVI berfluktuasi antara 0,414–0,747, dengan beberapa
lokasi seperti Pulau Manuk, Kepulauan Tanimbar, Bombana, dan Kepulauan Kei
secara konsisten menunjukkan kerentanan relatif tinggi. Hasil ini menunjukkan
bahwa integrasi SPCA dan GeoDetector mampu menggambarkan dinamika
kerentanan ekologis secara objektif dan mendukung pengelolaan terumbu karang
di WPPNRI 714.
Perpustakaan Digital ITB