2026 SK PP MANDRA LAZUARDI KITRI 39020012 – REFERENCES
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini 2026 SK PP MANDRA LAZUARDI KITRI 39020012 - APPENDIX
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Literatur mengenai kepemilikan asing secara konsisten menghasilkan bukti yang
beragam mengenai apakah pemilik asing memperbaiki atau justru merugikan
perusahaan yang mereka miliki. Berbagai studi melaporkan pengaruh positif,
negatif, maupun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, kinerja, dan keputusan
keuangan, meskipun penelitian dilakukan dalam satu pasar maupun ukuran hasil
yang sama. Disertasi ini berargumen bahwa sebagian besar inkonsistensi tersebut
mencerminkan dua bentuk heterogenitas yang belum dimodelkan dan terabaikan
ketika kepemilikan asing diperlakukan sebagai satu persentase tunggal yang
homogen. Heterogenitas tersebut dapat terjadi dalam jarak karakteristik negara
antara negara asal pemilik asing dan perusahaan tujuan serta heterogenitas dalam
tipe pemilik asing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya investasi asing
bagi pembangunan ekonomi kawasan ASEAN, di mana menarik modal asing
merupakan tujuan kebijakan utama, serta oleh pandangan teoritis bahwa pengaruh
baik yang dikontribusikan seorang pemilik asing kepada perusahaan akan
bergantung pada kemampuannya mengawasi perusahaan, kemampuan yang
tergerus oleh jarak.
Penelitian ini mengamati perusahaan non-keuangan yang tercatat di empat pasar
terbesar ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand) selama periode
2011–2017, dengan menggunakan data panel tidak seimbang yang mencakup 3.176
observasi perusahaan-tahun dari 694 perusahaan. Kepemilikan asing diukur
bukan sebagai porsi agregat, melainkan pada tingkat investor individual. Setiap
pemilik asing diidentifikasi, jarak negara asal–tujuan dihitung pada enam dimensi
(jarak budaya, geografis, linguistik, politik, ekonomi, dan kualitas tata kelola), lalu
jarak-jarak tersebut diagregasi ke tingkat perusahaan berdasarkan porsi
kepemilikan dan dipisahkan berdasarkan kepemilikan asing institusional,
korporasi, pemerintah, dan individu. Keenam dimensi direduksi melalui analisis
komponen utama dan juga dianalisis secara individual. Analisis dilakukan dalam
konteks teori keagenan, yang menyatakan bahwa pemilik asing menambah nilai
melalui pengawasan terhadap manajemen; teori asimetri informasi, yang
menyatakan bahwa pengawasan hanya efektif sejauh pemilik mampu menjembatani
kesenjangan informasi yang diperlebar oleh jarak; dan perspektif bias domestik,
yang menyatakan bahwa jarak menimbulkan biaya nyata berupa informasi,
keakraban, dan kepercayaan.
Empat hipotesis diuji menggunakan regresi panel efek tetap. Hipotesis pertama
menguji pengaruh langsung jarak terhadap nilai perusahaan, yang diukur melalui
empat proksi berbasis akuntansi dan pasar (tingkat pengembalian aset, tingkat
pengembalian pemegang saham, Tobin's Q, dan rasio nilai pasar terhadap nilai
buku). Hipotesis kedua dan ketiga menguji apakah keputusan investasi perusahaan,
yang dioperasionalkan sebagai pengambilan risiko, dan keputusan pendanaannya,
yang dioperasionalkan sebagai efek pengungkit, menyalurkan pengaruh jarak
terhadap nilai perusahaan. Pengaruh tidak langsung dinilai melalui bootstrap
terklaster terkoreksi-bias. Hipotesis keempat menguji pengaruh langsung dan
pengaruh saluran yang beroperasi secara simultan. Analisis diulang pada
subsampel negara dan strata risiko industri, serta dengan proksi alternatif dan
dimensi jarak individual, untuk memastikan ketangguhan hasil.
Temuan utama adalah hubungan negatif antara jarak politik dari pemilik asing
individu dengan kinerja akuntansi, yang berulang di sebagian besar strata risiko
industri. Hal ini disertai pengaruh pemilik korporasi terhadap nilai pasar yang
arah pengaruhnya bergantung pada risiko industri, serta pola positif yang kontras
di Singapura sebagai pasar maju, di mana jarak justru dikaitkan dengan nilai
perusahaan yang lebih tinggi melalui pemilik institusional. Keputusan investasi
dan pendanaan perusahaan masing-masing menyalurkan sebagian pengaruh
tersebut. Keputusan investasi membawa jarak ke kinerja akuntansi paling dapat
diandalkan melalui jarak linguistik pemilik individu, dan keputusan pendanaan
membawanya ke tingkat pengembalian pemegang saham. Sementara jarak juga
menjangkau penilaian pasar secara langsung, pengaruh langsung tersebut
mendominasi saluran yang diukur.
Penelitian ini memberikan tiga kontribusi. Secara metodologis, penelitian
mengukur kepemilikan asing pada tingkat investor individual, dibedakan menurut
tipe dan dibobotkan menurut jarak multidimensi. Pendekatan ini memberikan
pengaruh positif maupun negatif yang sebelumnya tersembunyi karena ukuran
agregat konvensional yang digunakan. Secara konseptual, penelitian ini melakukan
pengujian atas transmisi jarak pemilik asing, dengan menetapkan keputusan
investasi dan pendanaan sebagai saluran yang melaluinya, terhadap nilai
perusahaa. Penelitian ini juga mengidentifikasi saluran mana yang membawa
pengaruh ke hasil yang mana. Secara empiris, penelitian ini menyediakan bukti
sistematis pertama mengenai jarak pemilik asing untuk konteks ASEAN-4 dan
menunjukkan bahwa pengaruh kepemilikan asing terhadap nilai perusahaan tidak
seragam melainkan bergantung pada negara tujuan, tipe pemilik, jarak tertentu,
dan saluran yang dilaluinya. Hasil-hasil ini menyiratkan bahwa nilai modal asing
bergantung pada kedekatan dan tipe pemiliknya, sehingga kebijakan investasi
asing dan praktik korporasi dapat dirancang untuk menarik dan mendukung
kepemilikan asing yang paling mungkin menciptakan nilai.
Kata kunci: kepemilikan asing; jarak karakteristik negara; tipe kepemilikan asing;
nilai perusahaan; teori keagenan; asimetri informasi; bias domestik.
Perpustakaan Digital ITB