digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Literatur mengenai kepemilikan asing secara konsisten menghasilkan bukti yang beragam mengenai apakah pemilik asing memperbaiki atau justru merugikan perusahaan yang mereka miliki. Berbagai studi melaporkan pengaruh positif, negatif, maupun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, kinerja, dan keputusan keuangan, meskipun penelitian dilakukan dalam satu pasar maupun ukuran hasil yang sama. Disertasi ini berargumen bahwa sebagian besar inkonsistensi tersebut mencerminkan dua bentuk heterogenitas yang belum dimodelkan dan terabaikan ketika kepemilikan asing diperlakukan sebagai satu persentase tunggal yang homogen. Heterogenitas tersebut dapat terjadi dalam jarak karakteristik negara antara negara asal pemilik asing dan perusahaan tujuan serta heterogenitas dalam tipe pemilik asing. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya investasi asing bagi pembangunan ekonomi kawasan ASEAN, di mana menarik modal asing merupakan tujuan kebijakan utama, serta oleh pandangan teoritis bahwa pengaruh baik yang dikontribusikan seorang pemilik asing kepada perusahaan akan bergantung pada kemampuannya mengawasi perusahaan, kemampuan yang tergerus oleh jarak. Penelitian ini mengamati perusahaan non-keuangan yang tercatat di empat pasar terbesar ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand) selama periode 2011–2017, dengan menggunakan data panel tidak seimbang yang mencakup 3.176 observasi perusahaan-tahun dari 694 perusahaan. Kepemilikan asing diukur bukan sebagai porsi agregat, melainkan pada tingkat investor individual. Setiap pemilik asing diidentifikasi, jarak negara asal–tujuan dihitung pada enam dimensi (jarak budaya, geografis, linguistik, politik, ekonomi, dan kualitas tata kelola), lalu jarak-jarak tersebut diagregasi ke tingkat perusahaan berdasarkan porsi kepemilikan dan dipisahkan berdasarkan kepemilikan asing institusional, korporasi, pemerintah, dan individu. Keenam dimensi direduksi melalui analisis komponen utama dan juga dianalisis secara individual. Analisis dilakukan dalam konteks teori keagenan, yang menyatakan bahwa pemilik asing menambah nilai melalui pengawasan terhadap manajemen; teori asimetri informasi, yang menyatakan bahwa pengawasan hanya efektif sejauh pemilik mampu menjembatani kesenjangan informasi yang diperlebar oleh jarak; dan perspektif bias domestik, yang menyatakan bahwa jarak menimbulkan biaya nyata berupa informasi, keakraban, dan kepercayaan. Empat hipotesis diuji menggunakan regresi panel efek tetap. Hipotesis pertama menguji pengaruh langsung jarak terhadap nilai perusahaan, yang diukur melalui empat proksi berbasis akuntansi dan pasar (tingkat pengembalian aset, tingkat pengembalian pemegang saham, Tobin's Q, dan rasio nilai pasar terhadap nilai buku). Hipotesis kedua dan ketiga menguji apakah keputusan investasi perusahaan, yang dioperasionalkan sebagai pengambilan risiko, dan keputusan pendanaannya, yang dioperasionalkan sebagai efek pengungkit, menyalurkan pengaruh jarak terhadap nilai perusahaan. Pengaruh tidak langsung dinilai melalui bootstrap terklaster terkoreksi-bias. Hipotesis keempat menguji pengaruh langsung dan pengaruh saluran yang beroperasi secara simultan. Analisis diulang pada subsampel negara dan strata risiko industri, serta dengan proksi alternatif dan dimensi jarak individual, untuk memastikan ketangguhan hasil. Temuan utama adalah hubungan negatif antara jarak politik dari pemilik asing individu dengan kinerja akuntansi, yang berulang di sebagian besar strata risiko industri. Hal ini disertai pengaruh pemilik korporasi terhadap nilai pasar yang arah pengaruhnya bergantung pada risiko industri, serta pola positif yang kontras di Singapura sebagai pasar maju, di mana jarak justru dikaitkan dengan nilai perusahaan yang lebih tinggi melalui pemilik institusional. Keputusan investasi dan pendanaan perusahaan masing-masing menyalurkan sebagian pengaruh tersebut. Keputusan investasi membawa jarak ke kinerja akuntansi paling dapat diandalkan melalui jarak linguistik pemilik individu, dan keputusan pendanaan membawanya ke tingkat pengembalian pemegang saham. Sementara jarak juga menjangkau penilaian pasar secara langsung, pengaruh langsung tersebut mendominasi saluran yang diukur. Penelitian ini memberikan tiga kontribusi. Secara metodologis, penelitian mengukur kepemilikan asing pada tingkat investor individual, dibedakan menurut tipe dan dibobotkan menurut jarak multidimensi. Pendekatan ini memberikan pengaruh positif maupun negatif yang sebelumnya tersembunyi karena ukuran agregat konvensional yang digunakan. Secara konseptual, penelitian ini melakukan pengujian atas transmisi jarak pemilik asing, dengan menetapkan keputusan investasi dan pendanaan sebagai saluran yang melaluinya, terhadap nilai perusahaa. Penelitian ini juga mengidentifikasi saluran mana yang membawa pengaruh ke hasil yang mana. Secara empiris, penelitian ini menyediakan bukti sistematis pertama mengenai jarak pemilik asing untuk konteks ASEAN-4 dan menunjukkan bahwa pengaruh kepemilikan asing terhadap nilai perusahaan tidak seragam melainkan bergantung pada negara tujuan, tipe pemilik, jarak tertentu, dan saluran yang dilaluinya. Hasil-hasil ini menyiratkan bahwa nilai modal asing bergantung pada kedekatan dan tipe pemiliknya, sehingga kebijakan investasi asing dan praktik korporasi dapat dirancang untuk menarik dan mendukung kepemilikan asing yang paling mungkin menciptakan nilai. Kata kunci: kepemilikan asing; jarak karakteristik negara; tipe kepemilikan asing; nilai perusahaan; teori keagenan; asimetri informasi; bias domestik.