Seberapa besar kelebihan keuntungan yang dapat diperoleh oleh principal stockbrokers-broker yang melakukan perdagangan berdasarkan pada kepentingan mereka sendiri? Lalu, bagaimanakah pola investasi mereka dapat memengaruhi keuntungan yang mereka peroleh? Dengan menggunakan seluruh aktivitas perdagangan pada tingkat intraday di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2003-2004, penelitian ini memerkirakan bahwa principal stockbrokers setidaknya memeroleh tingkat pengembalian tahunan 59-92% lebih tinggi jika dibandingkan dengan intermediary stockbrokers broker yang melakukan perdagangan berdasarkan pada kepentingan investor luar. Selanjutnya, penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat pengembalian saham dari broker sangatlah bergantung pada pola investasi mereka, khususnya untuk setiap peningkatan degree of principalness (PRIN) dari sebuah broker, broker yang memiliki tingkat ketidakseimbangan perdagangan yang lebih besar akan mempunyai tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sebuah anomali untuk kasus ketidakseimbangan perdagangan di bawah 1% dimana intermediary stockbrokers memeroleh tingkat pengembalian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan principal stockbrokers. Penelitian ini menduga bahwa hal ini terjadi dikarenakan oleh adanya indikasi perilaku herding pada broker yang memiliki tingkat ketidakseimbangan perdagangan yang tinggi. Terlepas dari hal tersebut, satu hal yang dapat dipastikan adalah semua efek interaksi akan berkurang seiring dengan meningkatnya PRIN.
Kata kunci: Manipulasi Harga, Perilaku Broker, Pola Investasi, Tata Kelola Pasar, Pasar Berkembang
Perpustakaan Digital ITB