Abstrak - Alfina Nurul ‘Ayni
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki fungsi penting dalam melindungi keanekaragaman hayati. Namun, keberadaan Invasive Alien Spesies (IAS) menjadi salah satu ancaman besar terhadap usaha konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem lokal yang penyebarannya semakin luas akibat aktivitas manusia (anthropogenic dispersal). Jalur pendakian yang dibuka di kawasan ini dapat menyebarkan spesies invasif sehingga penelitian penting dilakukan untuk menginventarisasi spesies tumbuhan invasif di tiga jalur pendakian yang memiliki perbedaan intensitas pengunjung, yaitu Jalur Cibeureum (CB) sebagai jalur aktif wisatawan, Jalur Ciwalen (CW) yang cenderung lebih sedikit wisatawan, dan jalur penghubung Cibeureum–Ciwalen (CC) yang tertutup untuk wisatawan umum. Survey vegetasi dilakukan menggunakan metode belt transect di setiap jalur dengan plot berukuran 5x5 m² dan jarak antar plot adalah 100 m (total 24 plot). Nama spesies tumbuhan, jumlah individu, DBH (diameter at breast height), kerimbunan, dan frekuensi setiap spesies dicatat di setiap plot. Mikroklimat dan edafik diukur untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan pengambilan data. Data kemudian dianalisis untuk menghitung Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), dan dominansi Simpson (D). Sebanyak 110 spesies (60 famili) tercatat dengan komposisi 44 spesies pohon, 19 spesies perdu, dan 47 spesies herba yang dapat dikelompokkan menjadi Native Species (NS, 83,8%), Invasive Alien Species (IAS, 7,1%), Invasive Native Species (INS, 1%), dan Alien Noninvasive Species (ANS; 8,1%). Jalur Cibeureum menunjukkan kekayaan spesies yang sangat tinggi (74 spesies), kemudian Ciwalen (65 spesies), dan Cibeureum–Ciwalen (59 spesies). Jalur CB didominasi oleh Castanopsis argentea (INP = 124,85%), sedangkan di CW adalah Sloanea sigun (INP =170,33%), dan CC adalah Castanopsis argentea (INP = 84,14%). Jalur CC memiliki Indeks keanekaragaman (H’) tertinggi (3,6; D=0,04), kemudian CB (3,3; D=0,07) dan CW (1,38; D=0,34). Barlettina sordida merupakan IAS yang umum ditemukan di ketiga lokasi, sedangkan Brugmansia suaveolens merupakan IAS dominan pada komunitas pohon di CB dan CC. Meskipun CC merupakan lokasi dengan H’ tertinggi, jumlah IAS di lokasi ini paling tinggi (7 spesies) karena jalur pendakian yang sudah ditinggalkan ini relatif masih terbuka sehingga diinvasi famili Asteraceae seperti Austroeupatorium inulifolium, Barlettina sordida, Ageratina riparia dan Ageratum conyzoides yang bijinya bisa diterbangkan angin. Jalur CB yang aktif tercatat sebanyak enam spesies invasif, dan di CW sebanyak lima spesies. Jalur pendakian dengan tekanan antropogenik yang tinggi harus dikelola dengan baik agar spesies invasif tidak menyebar ke area yang lebih luas agar spesies-spesies lokal dapat dijaga keberadaaannya.
Perpustakaan Digital ITB