Proyek tugas akhir ini menyajikan pengembangan sistem dokumentasi digital terintegrasi
untuk dua situs arkeologi bawah air, yaitu bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso, yang
berlokasi di Kecamatan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Data batimetri resolusi tinggi diperoleh
menggunakan Norbit WBMS X MBES dengan frekuensi standar 400 kHz, mengacu pada standar
IHO S-44 Special Order yang telah disesuaikan, serta strategi survei pencitraan bangkai kapal
multi-arah. Strategi ini menggabungkan jalur survei utama (main line), silang (cross line), dan
miring (oblique line) untuk meningkatkan cakupan akustik terhadap struktur bangkai kapal yang
kompleks, termasuk sisi lambung dan fitur dek. Data yang diperoleh diproses melalui alur kerja
hidrografi yang lengkap, meliputi kalibrasi patch-test, koreksi pasang surut, koreksi sound velocity
profile, pembersihan point cloud, registrasi swath-to-swath menggunakan algoritma PPP dan Fine
Iterative Closest Point, gridding DEM, serta pembuatan mesh PSR. Produk spasial yang dihasilkan
diintegrasikan ke dalam DIVE (Diving Into Vessel Exploration), sebuah platform WebGIS Storymap
berbasis browser yang menggabungkan antarmuka peta 2D interaktif Leaflet dengan penampil point
cloud dan mesh 3D berbasis Three.js. Platform ini didukung oleh frontend Next.js, GeoServer
untuk publikasi data raster yang sesuai standar OGC, serta server tile 3D berbasis Potree. Modul
Video Pengembangan WebGIS juga dihasilkan untuk mendukung reproduksibilitas metodologi dan
transfer pengetahuan di lingkungan komunitas geodesi dan geomatika. Evaluasi pengguna yang
melibatkan empat puluh enam responden untuk platform WebGIS dan dua puluh tujuh responden
untuk modul video menghasilkan skor kelayakan terbobot sebesar Qw = 3.701 (92.532%) dan
Qv =3.775 (94.369%), yang keduanya dikategorikan sebagai Sangat Layak. Proyek ini menunjukkan
bahwa integrasi survei MBES definisi tinggi, visualisasi tiga dimensi, dan WebGIS Storymap yang
dapat diakses publik dapat mendukung dokumentasi arkeologi bawah air, penelitian, pendidikan,
pengambilan keputusan pemerintah, dan pengembangan ekowisata bahari.
Perpustakaan Digital ITB