digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proyek tugas akhir ini menyajikan pengembangan sistem dokumentasi digital terintegrasi untuk dua situs arkeologi bawah air, yaitu bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso, yang berlokasi di Kecamatan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Data batimetri resolusi tinggi diperoleh menggunakan Norbit WBMS X MBES dengan frekuensi standar 400 kHz, mengacu pada standar IHO S-44 Special Order yang telah disesuaikan, serta strategi survei pencitraan bangkai kapal multi-arah. Strategi ini menggabungkan jalur survei utama (main line), silang (cross line), dan miring (oblique line) untuk meningkatkan cakupan akustik terhadap struktur bangkai kapal yang kompleks, termasuk sisi lambung dan fitur dek. Data yang diperoleh diproses melalui alur kerja hidrografi yang lengkap, meliputi kalibrasi patch-test, koreksi pasang surut, koreksi sound velocity profile, pembersihan point cloud, registrasi swath-to-swath menggunakan algoritma PPP dan Fine Iterative Closest Point, gridding DEM, serta pembuatan mesh PSR. Produk spasial yang dihasilkan diintegrasikan ke dalam DIVE (Diving Into Vessel Exploration), sebuah platform WebGIS Storymap berbasis browser yang menggabungkan antarmuka peta 2D interaktif Leaflet dengan penampil point cloud dan mesh 3D berbasis Three.js. Platform ini didukung oleh frontend Next.js, GeoServer untuk publikasi data raster yang sesuai standar OGC, serta server tile 3D berbasis Potree. Modul Video Pengembangan WebGIS juga dihasilkan untuk mendukung reproduksibilitas metodologi dan transfer pengetahuan di lingkungan komunitas geodesi dan geomatika. Evaluasi pengguna yang melibatkan empat puluh enam responden untuk platform WebGIS dan dua puluh tujuh responden untuk modul video menghasilkan skor kelayakan terbobot sebesar Qw = 3.701 (92.532%) dan Qv =3.775 (94.369%), yang keduanya dikategorikan sebagai Sangat Layak. Proyek ini menunjukkan bahwa integrasi survei MBES definisi tinggi, visualisasi tiga dimensi, dan WebGIS Storymap yang dapat diakses publik dapat mendukung dokumentasi arkeologi bawah air, penelitian, pendidikan, pengambilan keputusan pemerintah, dan pengembangan ekowisata bahari.