Bendungan merupakan konstruksi yang berfungsi sebagai penahan air, persediaan air, irigasi, pembangkit listrik, pengendali banjir, dan sarana rekreasi. Bendungan Panglima Besar Soedirman memiliki fungsi penting sebagai sarana irigasi, rekreasi, dan pembangkit listrik bagi warga sekitar. Fungsi yang sangat penting ini mengharuskan bendungan bekerja secara optimal setiap saat. Inventarisasi bentuk bendungan tersebut merupakan salah satu cara untuk merawat bendungan tersebut. Inventarisasi yang dilakukan akan membantu rekonstruksi ulang bendungan tersebut apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemodelan 3D merupakan salah satu cara untuk mendokumentasikan bentuk Bendungan Panglima Besar Soedirman. Pemodelan bentuk bendungan yang dilakukan mencakup bentuk bendungan di atas permukaan tanah dan di dalam badan air. Model tiga dimensi bendungan di atas permukaan tanah didapatkan menggunakan teknik UAV-fotogrametri dengan wahana tanpa awak dan model tiga dimensi bendungan yang tertutup badan air didapatkan melalui survei batimetri. Model bendungan di atas permukaan tanah dan di bawah permukaan air diintegrasikan untuk menghasilkan model bendungan secara keseluruhan. Model 3D bendungan di atas permukaan tanah yang dihasilkan memiliki perbedaan dengan data ukuran yang sebenarnya. Perbedaan ukuran terbesar yang didapatkan adalah 17.2 cm. Perbedaan ukuran ini dianggap tidak signifikan jika dibandingkan dengan ukuran bendungan yang sebenarnya sehingga model bendungan ini dapat digunakan untuk merekonstruksi bentuk bendungan apabila terjadi kerusakan Bentuk bendungan yang tertutup oleh badan air tidak dapat diidentifikasi sehingga hanya menghasilkan topografi bawah waduk.
Perpustakaan Digital ITB