Industri jasa kontraktor pertambangan batubara dituntut untuk menjaga keandalan peralatan sekaligus menekan biaya persediaan suku cadang. Di PT Geobara Energy, downtime yang berulang akibat wait part serta belum terintegrasinyta proses peramalan permintaan, pemesanan ulang, dan evaluasi finansial menunjukkan masih terdapat permasalahan dalam pengelolaan persediaan. Penelitian ini menganalisis integrasi perkiraan kebutuhan suku cadang kritis dengan kebijakan pengendalian persediaan serta pengaruhnya terhadap perbaikan kinerja operasional dan efisiensi biaya perusahaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus pada PT Geobara Energy. Data yang digunakan berdasarkan dari catatan operasional, pemeliharaan, persediaan, dan biaya perusahaan selama periode 2023–2025, sedangkan analisis kebijakan persediaan dilakukan untuk mendukung perencanaan kebutuhan suku cadang pada periode 2025–2027. Untuk memperkirakan kebutuhan suku cadang kritis, penelitian ini menerapkan beberapa metode deret waktu dan memilih metode dengan tingkat akurasi terbaik berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE), yang didukung oleh indikator Mean Absolute Deviation (MAD) dan Mean Squared Deviation (MSD). Hasil peramalan tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penentuan Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock guna mengevaluasi perbedaan antara kebijakan persediaan yang saat ini diterapkan perusahaan dan kebijakan yang berbasil pada hasil peramalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan perilaku permintaan antar suku cadang kritis memerlukan kebijakan peramalan dan pengendalian persediaan yang spesifik untuk setiap item, dimana kerangka usulan mampu meningkatkan kualitas keputusan pengisian persediaan serta menurunkan estimasi biaya persediaan tahunan dari Rp124.291.519 menjadi Rp49.375.014 (60.3%), sekaligus mengurangi risiko stockout dan risiko operasional akibat Wait Part.
Secara keseluruhan, pengendalian persediaan yang didukung oleh peramalan permintaan membantu memastikan ketersediaan suku cadang tetap selaras dengan kebutuhan operasional dan tujuan efisiensi biaya. Bagi PT Geobara Energy, pendekatan ini mendukung peningkatan Mechanical Availability, keberlangsungan produksi, dan efisiensi modal kerja.
Perpustakaan Digital ITB