Teluk Tomini merupakan bagian dari sistem tektonik kompleks di Indonesia Timur yang dipengaruhi oleh interaksi blok mikro Sulawesi dan sistem subduksi ganda Laut Maluku. Studi terkini menunjukkan bahwa wilayah ini dikontrol oleh deformasi kerak dangkal dan proses penunjaman slab dalam, namun integrasi antara data gravitasi dan parameter kinematik gempa untuk delineasi struktur aktif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi struktur sesar aktif di Teluk Tomini melalui integrasi analisis anomali gravitasi dan inversi moment tensor, serta mengestimasi potensi magnitudo maksimum berdasarkan segmentasi sesar. Metode yang digunakan meliputi pemisahan anomali regional dan residual menggunakan analisis spektral radial, ekstraksi lineament melalui Total Horizontal Gradient (THG) dan Fast Sigmoid Edge Detection (FSED), analisis statistik orientasi menggunakan diagram rose, serta interpretasi parameter strike, dip, dan rake dari data inversi moment tensor. Estimasi magnitudo maksimum dilakukan menggunakan persamaan empiris berbasis panjang rupture bawah permukaan (RLD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode gravitasi efektif dalam mengidentifikasi batas struktur dan orientasi sesar pada zona kerak dangkal (Poso, Tinombo, Gorontalo, dan Luwuk), sedangkan pada zona timur (Una-una, Sangihe I, dan Sangihe II) pola residual kurang merepresentasikan struktur akibat dominasi gempa kedalaman menengah hingga dalam. Pada zona tersebut, tren anomali regional lebih konsisten dengan arah strike moment tensor, mengindikasikan kontrol kuat sistem Subduksi Sangihe yang menunjam dari timur ke barat. Estimasi magnitudo maksimum menunjukkan potensi kegempaan berkisar Mw 6,3–7,2. Secara keseluruhan, integrasi data gravitasi dan moment tensor mampu mengidentifikasi struktur aktif secara komprehensif dan mengonfirmasi Teluk Tomini sebagai zona tektonik aktif dan kompleks dengan sumber gempa multipel, baik dari sesar kerak dangkal maupun sistem subduksi regional.
Perpustakaan Digital ITB