Platform ride-hailing di Indonesia bergantung pada infrastruktur geospasial — peta digital, mesin perutean, prediksi ETA, dan kecerdasan lokasi — untuk setiap transaksi. Namun, manajer produk belum memiliki kerangka kerja sistematis untuk memprioritaskan investasi geospasial, dan literatur yang ada belum membahas bagaimana kapabilitas teknis geospasial diterjemahkan menjadi nilai bisnis di pasar negara berkembang. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan Kerangka Strategi Produk Geospasial yang disesuaikan dengan pasar ride-hailing Indonesia, di mana sistem pengalamatan informal, dominasi transportasi roda dua (74,18% dari total perjalanan), dan geografi kepulauan menciptakan tantangan yang tidak terjawab oleh solusi global.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran yang mengintegrasikan teori Jobs-to-be-Done, Product-Market Fit, dan Platform Strategy dengan analisis empiris terhadap delapan wawancara ahli dan 4.806 ulasan pengguna. Pengkodean kualitatif menggunakan ATLAS.ti menghasilkan 275 kutipan dalam delapan keluarga kode, sementara analisis sentimen kuantitatif berbasis NLP mengungkapkan Frequency-Severity Disconnect: akurasi lokasi mendominasi volume keluhan (26,7%), namun permasalahan perutean mendapatkan penilaian keparahan tertinggi (rata-rata 1,55 bintang) dan berfungsi sebagai silent killer retensi pengguna.
Tiga konsep emergen melandasi temuan: Invisible Product Paradox, di mana kapabilitas geospasial tidak disadari saat berfungsi namun sangat terlihat saat gagal; Silent Killer Effect, di mana penurunan kualitas menggerus kepercayaan sebelum tercermin dalam metrik standar; dan Frequency-Severity Disconnect antara frekuensi keluhan dan keparahan dampak. Konsep ini mendasari Three-Layer Integration Model yang terdiri dari Job-to-Geo Impact Matrix untuk prioritisas investasi, PMF Threshold Metrics Framework untuk tolok ukur kualitas, dan Build-vs-Buy Geospatial Sourcing Decision Framework untuk keputusan pengadaan teknologi. Kerangka kerja ini menawarkan alternatif terstruktur terhadap pengambilan keputusan geospasial ad hoc bagi pemimpin produk, serta berkontribusi pada literatur akademis mengenai strategi layanan berbasis lokasi di Asia Tenggara.
Perpustakaan Digital ITB