Estuari merupakan lingkungan pesisir yang dinamis dan rentan terhadap perubahan
akibat interaksi proses hidrodinamika, suplai sedimen, serta aktivitas antropogenik.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik fisis dan morfologi,
menganalisis perubahan luas permukaan, serta mengevaluasi faktor dominan yang
memengaruhi morfologi pada 20 estuari di perairan utara dan selatan Pulau Jawa.
Analisis dilakukan menggunakan citra satelit multitemporal tahun 2011 dan 2025
yang diolah menggunakan dashboard MorphEst berbasis MATLAB untuk
memperoleh parameter panjang, konvergensi, bentuk, dan perubahan luas estuari.
Faktor dominan pembentuk morfologi dievaluasi berdasarkan perbandingan fluks
sedimen akibat gelombang, aliran sungai, dan pasang surut. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa MorphEst mencapai tingkat kelengkapan ekstraksi sebesar
100%, tetapi processing error ditemukan pada 3 estuari akibat dominasi perairan
laut terbuka pada masking, sehingga diperlukan pra-pemrosesan dan
pengembangan algoritma yang lebih adaptif untuk meningkatkan keandalan hasil
analisis. Panjang estuari cenderung berkurang ke arah timur seiring dengan
meningkatnya rentang pasang surut. Analisis konvergensi menunjukkan bahwa
sebagian besar estuari tidak memiliki bentuk corong (funnel-shaped), dengan
Estuari Sampean sebagai pengecualian yang menunjukkan hubungan konvergensi
kuat dengan nilai R
2~0,8. Selama periode 2011–2025, pesisir utara Pulau Jawa
mengalami akresi bersih sebesar 7,4778 km2, sedangkan pesisir selatan mengalami
abrasi bersih sebesar 1,3307 km2. Perbedaan tersebut berkaitan dengan tingginya
pasokan sedimen fluvial dan aktivitas antropogenik di pesisir utara, sedangkan
pesisir selatan lebih dipengaruhi oleh energi gelombang Samudra Hindia yang kuat
dan transport sedimen sepanjang pantai. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 20
estuari terkonsentrasi pada kategori wave-dominated dan river-dominated, tanpa
ditemukan sistem tide-dominated. Fluks sedimen akibat pasang surut pada seluruh
lokasi berada di bawah 80 kg/s, menunjukkan kontribusi pasang surut yang relatif
lebih rendah dibandingkan pengaruh gelombang dan aliran sungai.
Perpustakaan Digital ITB