Kawasan karst Gunungkidul, khususnya di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang,
merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pelarutan batugamping yang intensif di
Yogyakarta yang rawan terjadinya amblesam tanah (sinkhole). Munculnya amblesan
yang terjadi pada 5 Januari 2026 mengakibatkan kerusakan yang signifikan dan menjadi
dasar dalam penelitian ini. Penyelidikan ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab
terjadinya amblesan tanah, karakteristik geologi, serta potensi gerakan tanah di kawasan
tersebut.
Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan secara langsung, pemetaan foto
udara menggunakan drone sensor LiDAR, serta survei geolistrik untuk interpretasi bawah
permukaan. Hasil pengamatan langsung mengindentifikasi amblesan tanah mempunyai
kedalaman lebih dari 20 meter. Sedangkan survei LiDAR didapatkan peta DEM dengan
resolusi 50 cm. Lokasi penelitian didominasi oleh batuan gamping yang mengalami
karstifikasi dan membentuk amblesan tanah seperti mangkuk berdasarkan nilai
resisitivitas dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Interpretasi data geolistrik mengindikasikan adanya zona resistivitas rendah yang
merepresentasikan material hasil pelapukan jenuh air di bawah lokasi amblesan.
Berdasarkan hasil analisis, wilayah penelitian masih memiliki potensi mengalami
amblesan lanjutan karena keberadaan rongga bawah permukaan dan pengaruh dinamika
hidrologi yang masih aktif. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi melalui pemetaan
zona rawan, pemantauan kondisi hidrologi, serta pengelolaan tata guna lahan yang
mempertimbangkan karakteristik kawasan karst guna mengurangi risiko kejadian
amblesan di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB