digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kawasan karst Gunungkidul, khususnya di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pelarutan batugamping yang intensif di Yogyakarta yang rawan terjadinya amblesam tanah (sinkhole). Munculnya amblesan yang terjadi pada 5 Januari 2026 mengakibatkan kerusakan yang signifikan dan menjadi dasar dalam penelitian ini. Penyelidikan ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya amblesan tanah, karakteristik geologi, serta potensi gerakan tanah di kawasan tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan secara langsung, pemetaan foto udara menggunakan drone sensor LiDAR, serta survei geolistrik untuk interpretasi bawah permukaan. Hasil pengamatan langsung mengindentifikasi amblesan tanah mempunyai kedalaman lebih dari 20 meter. Sedangkan survei LiDAR didapatkan peta DEM dengan resolusi 50 cm. Lokasi penelitian didominasi oleh batuan gamping yang mengalami karstifikasi dan membentuk amblesan tanah seperti mangkuk berdasarkan nilai resisitivitas dengan kedalaman sekitar 20 meter. Interpretasi data geolistrik mengindikasikan adanya zona resistivitas rendah yang merepresentasikan material hasil pelapukan jenuh air di bawah lokasi amblesan. Berdasarkan hasil analisis, wilayah penelitian masih memiliki potensi mengalami amblesan lanjutan karena keberadaan rongga bawah permukaan dan pengaruh dinamika hidrologi yang masih aktif. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi melalui pemetaan zona rawan, pemantauan kondisi hidrologi, serta pengelolaan tata guna lahan yang mempertimbangkan karakteristik kawasan karst guna mengurangi risiko kejadian amblesan di masa mendatang.