digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fajar Sidiq Ariwibowo
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Pantai Pangandaran merupakan destinasi wisata bahari unggulan yang memiliki keindahan alam sehingga menjadi tempat menarik bagi pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Sebagian besar pengunjung melakukan aktivitas berenang, sedangkan pengetahuan pengunjung mengenai karakteristik fisik visual dan potensi bahaya rip current masih terbatas. Upaya mitigasi untuk mengantisipasi bahaya rip current telah dilakukan pemerintah daerah dengan membentuk Badan Penyelamat Wisata Tirta (BALAWISTA) dan pembangunan pos pengawasan pengunjung. Namun masih banyak terjadi kecelakaan laut yang menelan korban jiwa. Kemajuan teknologi dalam bidang computer vision telah banyak di aplikasikan dalam berbagai bidang, terutama dalam tugas pengawasan secara real time. Meskipun demikian, penelitian dalam bidang ini yang berkaitan dengan fenomena rip current di Pantai Pangandaran masih terbatas. Kajian awal dilakukan dengan mengidentifikasi fenomena rip current menggunakan algoritma You Only Look Once (YOLO) berbasis data rekaman video drone tanggal 12 Februari 2025 di Pantai Pangandaran. Pelatihan model YOLO menggunakan data citra google earth sebanyak 3098 gambar yang dibagi dalam data pelatihan (82%), data validasi (12%) dan data uji (6%). Diketahui model YOLO dapat mengidentifikasi rip current dengan baik melalui rekaman citra drone berdasarkan tekstur, warna dan pola spasial pada permukaan laut yang menjadi indikator rip current. Karakteristik visual rip current yang berhasil di identifikasi oleh YOLO berdasarkan uji coba di Pantai Pangandaran merupakan perairan dengan area celah gelombang pecah dengan tekstur halus dan intensitas piksel yang lebih rendah. Dalam upaya meningkatkan performa sensitifitas model melalui rangkaian pelatihan dan evaluasi pada tahapan fine-tuning dan hyperparameter-tuning dengan metode One Factor at A Time (OFAT). Pada tahap akhir dari data uji test pada model final diperoleh peningkatan precision sebesar 0,009 mencapai 0,948; recall sebesar 0,005 mencapai 0,788; F1-Score sebesar 0,007 mencapai 0,861. Sedangkan mAP@0.50 mengalami penurunan sebesar 0,006 mencapai 0,830, mAP@0.50:0.95 mengalami penurunan sebesar 0,004 mencapai 0,510. Sedangkan pengujian dari citra video pantai Pangandaran diperoleh peningkatan nilai yang cukup signifikan untuk semua parameter pada video DJI-01 dan DJI-02. Sebaliknya penurunan nilai evaluasi pada video DJI-03. Selain itu dilakukan pemetaan zona bahaya rip current di Pantai Pangandaran menggunakan indeks NERIPS (Nearshore Rip Current Prediction Systems). Hal ini dilakukan untuk mengetahui variabilitas spasial dan temporal rip current di Pantai Pangandaran. Secara spasial diketahui zona dengan normal pantai menghadap arah Barat Daya memiliki potensi lebih tinggi daripada zona dengan arah normal pantai menghadap Barat. Zona 6 memiliki potensi bahaya tertinggi, sedangkan zona 1 memiliki potensi bahaya terendah. Secara temporal diketahui periode Juni Juli Agustus (JJA) merupakan periode dengan potensi bahaya tertinggi. Sedangkan periode Desember Januari Februari (DJF) merupakan periode dengan potensi bahaya terendah.