digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 RICKY RAHADIYAN DARAPUTRA ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB

Penelitian ini membandingkan penerapan Analisis Korespondensi Berganda (AKB) dan Analisis Korespondensi Gabungan (AKG) dalam mengidentifikasi pola perilaku pemilahan sampah rumah tangga di Indonesia. Permasalahan sampah yang terus meningkat memerlukan penanganan sejak dari sumbernya, namun kesadaran dan kebiasaan memilah sampah sangat beragam di setiap provinsi. Menggunakan data sekunder Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 dan 2014 yang mencakup tiga variabel kategorik (Provinsi, Perlakuan Pemilahan, dan Tahun), penelitian ini memetakan karakteristik perilaku masyarakat secara simultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur data didominasi oleh variasi perlakuan pemilahan sampah dan karakteristik antarprovinsi, sementara faktor tahun memberikan kontribusi yang sangat kecil. Pada penerapan AKB, meskipun koreksi Benzécri mampu meningkatkan persentase inersia menjadi 96,84% pada dua dimensi pertama, rendahnya kualitas representasi pada sebagian besar kategori provinsi membatasi interpretasi. Sebaliknya, pendekatan AKG yang memfokuskan aproksimasi pada blok luar diagonal (off-diagonal) matriks Burt, mampu menjelaskan 99,84% inersia pada dua dimensi pertama. AKG secara efektif memusatkan kontras perlakuan pemilahan pada Dimensi I dan menonjolkan heterogenitas antarprovinsi pada Dimensi II dengan kualitas representasi yang jauh lebih baik. Kesimpulannya, AKG memberikan representasi struktur asosiasi yang lebih terfokus dan memperjelas pemetaan pola perilaku dibandingkan AKB, meskipun penyelesaiannya terbatas pada pencapaian batas maksimum iterasi algoritma.