digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Zhafira Najma Syakira
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Ekosistem mangrove berperan sebagai biofilter alami yang mampu menangkap dan mengakumulasi logam berat pada lingkungan pesisir. Pesisir Tanjung Benoa merupakan kawasan dengan aktivitas antropogenik tinggi yang berpotensi menjadi sumber masukan logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan logam berat pada sedimen, menganalisis pengaruh kondisi hidrodinamika terhadap distribusinya, serta menentukan tingkat pencemaran menggunakan Contamination Factor (CF) dan Pollution Load Index (PLI). Analisis dilakukan pada sampel sedimen dan akar mangrove dari lima stasiun menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF), disertai pengukuran kualitas air laut, arus, dan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam berat yang terdeteksi pada sedimen terdiri atas Pb, Fe, Mn, dan Ti. Pb hanya ditemukan pada stasiun S1 dengan kandungan sebesar 21,8 ppm dan nilai CF sebesar 1,282 yang termasuk kategori kontaminasi sedang, sedangkan Fe, Mn, dan Ti memiliki nilai CF < 1. Nilai PLI seluruh stasiun berada di bawah 1 dengan nilai tertinggi 0,581 pada S5, menunjukkan kondisi sedimen belum tercemar. Kondisi hidrodinamika berperan dalam proses transportasi dan deposisi sedimen yang memengaruhi distribusi logam berat, sementara mangrove berperan sebagai perangkap alami melalui sistem perakarannya.