Ekosistem mangrove berperan sebagai biofilter alami yang mampu menangkap dan
mengakumulasi logam berat pada lingkungan pesisir. Pesisir Tanjung Benoa
merupakan kawasan dengan aktivitas antropogenik tinggi yang berpotensi menjadi
sumber masukan logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
kandungan logam berat pada sedimen, menganalisis pengaruh kondisi
hidrodinamika terhadap distribusinya, serta menentukan tingkat pencemaran
menggunakan Contamination Factor (CF) dan Pollution Load Index (PLI). Analisis
dilakukan pada sampel sedimen dan akar mangrove dari lima stasiun menggunakan
metode X-Ray Fluorescence (XRF), disertai pengukuran kualitas air laut, arus, dan
pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logam berat yang terdeteksi
pada sedimen terdiri atas Pb, Fe, Mn, dan Ti. Pb hanya ditemukan pada stasiun S1
dengan kandungan sebesar 21,8 ppm dan nilai CF sebesar 1,282 yang termasuk
kategori kontaminasi sedang, sedangkan Fe, Mn, dan Ti memiliki nilai CF < 1. Nilai
PLI seluruh stasiun berada di bawah 1 dengan nilai tertinggi 0,581 pada S5,
menunjukkan kondisi sedimen belum tercemar. Kondisi hidrodinamika berperan
dalam proses transportasi dan deposisi sedimen yang memengaruhi distribusi logam
berat, sementara mangrove berperan sebagai perangkap alami melalui sistem
perakarannya.
Perpustakaan Digital ITB