digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800








DAFTAR PUSTAKA FEBRIANI VALENTINA BR SIHOMBING
EMBARGO  2029-01-09 

LAMPIRAN FEBRIANI VALENTINA BR SIHOMBING
EMBARGO  2029-01-09 

Geopark Kaldera Toba sebagai salah satu sistem kaldera terbesar di dunia memiliki signifikansi geologi dan pariwisata global, namun menghadapi tekanan lingkungan akibat pengembangan infrastruktur pariwisata yang belum sepenuhnya berbasis keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menetapkan prioritas indikator keberlanjutan infrastruktur geowisata sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan di Kawasan Geopark Kaldera Toba. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sekuensial eksploratif, melalui identifikasi dan validasi indikator secara kualitatif menggunakan kajian literatur dan wawancara mendalam, serta penentuan bobot dan prioritas indikator secara kuantitatif menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berbasis penilaian ahli. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan indikator kontekstual, yaitu konektivitas antar-geosite, etika ekologis, kemandirian pendanaan, serta koordinasi dan sinergi multi-pihak, yang menegaskan bahwa indikator keberlanjutan bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh karakteristik geopark vulkanik dengan sensitivitas lingkungan dan kompleksitas aktor yang tinggi. Hasil pembobotan menunjukkan bahwa aspek lingkungan merupakan prioritas utama, diikuti oleh kelembagaan, ekonomi, dan sosial-budaya. Pada tingkat indikator, konservasi geologi dan ketahanan lingkungan menjadi fokus utama dimensi lingkungan; kesejahteraan dan pendapatan lokal serta kelayakan finansial pada dimensi ekonomi; edukasi dan peningkatan kesadaran pada dimensi sosial-budaya; serta koordinasi dan sinergi multi-pihak pada dimensi kelembagaan. Struktur prioritas ini menegaskan bahwa keberlanjutan infrastruktur geowisata dipahami sebagai sistem hierarkis, di mana perlindungan warisan geologi dan penguatan tata kelola kelembagaan merupakan prasyarat fundamental bagi keberlanjutan manfaat ekonomi dan sosial-budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan kerangka indikator keberlanjutan infrastruktur geowisata yang terprioritaskan secara kuantitatif dan kontekstual untuk geopark vulkanik berskala luas, sehingga berkontribusi secara teoretis dan praktis sebagai dasar evidence-based policy yang selaras dengan prinsip UNESCO Global Geopark.