Peningkatan kebutuhan akan minyak dan gas bumi, menyebabkan bertambahnya
usaha-usaha untuk menemukan cadangan minyak dan gas bumi. Salah satunya
yaitu pengeboran yang merupakan kegiatan eksploitasi yang prosesnya dilakukan
dengan pembuatan lubang sampai kedalaman tertentu untuk mencapai lapisan
yang mengandung hydrocarbon. Kegiatan pengeboran membutuhkan beberapa
peralatan, yang dibagi ke dalam beberapa sistem yaitu sistem pengangkat
(hoisting system), sistem pemutar (rotating system), sistem daya (power system),
blow out preventer (BOP) system dan sistem sirkulasi (circulating system). Proses
pengeboran menggunakan material-material berat dan mesin yang tergolong
besar, sehingga seringkali menyebabkan risiko ataupun kecelakaan kerja pada saat
prosesnya. Penelitian dilakukan di PT X, Sumatera Selatan yang merupakan salah
satu perusahaan atau industri yang bergerak dalam bidang pengeboran.
Identifikasi bahaya dan analisis risiko dalam penelitian ini menggunakan metode
HIRARC dan metode JHA yang dikombinasikan dengan metode semi-kuantitatif.
Berdasarkan metode HIRARC dapat diketahui area kerja yang memiliki risiko
yang tinggi yaitu saat rig moving, pengangkatan material ke catwalk dan v-door
dan ke rig floor, bekerja di rig floor dan monkey board, dan bekerja di mud tank
dan shale shaker. Sedangkan berdasarkan metode JHA dan semi-kuantitatif, dapat
diketahui aktivitas kerja/urutan kerja yang dilakukan, yang dapat memberikan
risiko pada area kerja tersebut, yaitu risiko terjepit peralatan, ikatan lepas, barang
mengayun, sling putus, terjatuh, tersambar/terbentur peralatan, bising, saluran
bertekanan dan ledakan/kebakaran. Berdasarkan hasil kompilasi kedua metode di
atas maka, dapat diberikan usulan pengendalian risiko mencakup upaya rekayasa
pengendalian teknik, administratif, pelatihan dan APD untuk mengurangi risiko
bahaya tersebut.
Perpustakaan Digital ITB