digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian pada disertasi ini menguji hubungan antara koneksi politik, kepemilikan negara, dan kepemilikan keluarga pada perusahaan pengakuisisi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia terhadap reaksi pasar terhadap pengumuman merger dan akuisisi (M&A). Dengan menggunakan sampel sebanyak 147 transaksi M&A, penelitian ini melangkah lebih jauh dari desain penelitian terdahulu yang umumnya hanya menggunakan satu ukuran dan satu horizon waktu, yaitu dengan mengkombinasikan tiga ukuran koneksi politik yang saling melengkapi terhadap return tak normal kumulatif pada jendela pendek sekaligus return tak normal beli-dan tahan pada horizon panjang di dalam satu kerangka analisis yang terpadu. Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya divergensi yang koheren secara teoretis antara reaksi pasar jangka pendek dan jangka panjang terhadap koneksi politik. Perusahaan pengakuisisi yang terkoneksi secara politik memperoleh tingkat imbal hasil abnormal kumulatif jangka pendek (CAR) yang signifikan lebih negatif pada periode segera setelah pengumuman M&A, namun memperoleh imbal hasil abnormal jangka panjang (BHAR) yang signifikan lebih positif pada 60 hingga 120 hari perdagangan berikutnya. Hasil ini bertahan terhadap berbagai pengujian yang mencakup pemeriksaan dengan terhadap uji heteroskedastisitas, perhitungan abnormal yang dihitung secara independen, serta dua klasifikasi koneksi politik yang dikodekan secara independen. Pola ini mengindikasikan bahwa pasar pada awalnya memandang akuisisi oleh perusahaan yang terkoneksi secara politik dengan skeptis, tetapi kemudian merevisi penilaian tersebut ke arah yang lebih positif seiring semakin jelasnya syarat dan konsekuensi transaksi dari waktu ke waktu. Sebaliknya, kepemilikan negara dan kepemilikan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan pada kedua horizon. Lebih lanjut, intensitas koneksi politik — yang diukur sebagai proporsi anggota dewan yang terkoneksi secara politik — hanya terbukti signifikan untuk sebagian periode jangka panjang, dan dengan tingkat ketahanan yang lebih lemah. Terakhir, status industri sensitif lingkungan, yang dimasukkan sebagai variabel kontrol, tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap return abnormal pada horizon mana pun. Keywords: Merger dan Akuisisi, Koneksi Politik, Tingkat Pengembalian Kumulatif Jangka Pendek (CAR), Tingkat Pengembalian Kumulatif Jangka Panjang (BHAR)