Penelitian pada disertasi ini menguji hubungan antara koneksi politik, kepemilikan negara, dan
kepemilikan keluarga pada perusahaan pengakuisisi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
terhadap reaksi pasar terhadap pengumuman merger dan akuisisi (M&A). Dengan
menggunakan sampel sebanyak 147 transaksi M&A, penelitian ini melangkah lebih jauh dari
desain penelitian terdahulu yang umumnya hanya menggunakan satu ukuran dan satu horizon
waktu, yaitu dengan mengkombinasikan tiga ukuran koneksi politik yang saling melengkapi
terhadap return tak normal kumulatif pada jendela pendek sekaligus return tak normal beli-dan
tahan pada horizon panjang di dalam satu kerangka analisis yang terpadu.
Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya divergensi yang koheren secara teoretis
antara reaksi pasar jangka pendek dan jangka panjang terhadap koneksi politik. Perusahaan
pengakuisisi yang terkoneksi secara politik memperoleh tingkat imbal hasil abnormal kumulatif
jangka pendek (CAR) yang signifikan lebih negatif pada periode segera setelah pengumuman
M&A, namun memperoleh imbal hasil abnormal jangka panjang (BHAR) yang signifikan lebih
positif pada 60 hingga 120 hari perdagangan berikutnya. Hasil ini bertahan terhadap berbagai
pengujian yang mencakup pemeriksaan dengan terhadap uji heteroskedastisitas, perhitungan
abnormal yang dihitung secara independen, serta dua klasifikasi koneksi politik yang dikodekan
secara independen. Pola ini mengindikasikan bahwa pasar pada awalnya memandang akuisisi
oleh perusahaan yang terkoneksi secara politik dengan skeptis, tetapi kemudian merevisi
penilaian tersebut ke arah yang lebih positif seiring semakin jelasnya syarat dan konsekuensi
transaksi dari waktu ke waktu.
Sebaliknya, kepemilikan negara dan kepemilikan keluarga tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan pada kedua horizon. Lebih lanjut, intensitas koneksi politik — yang diukur sebagai
proporsi anggota dewan yang terkoneksi secara politik — hanya terbukti signifikan untuk
sebagian periode jangka panjang, dan dengan tingkat ketahanan yang lebih lemah. Terakhir,
status industri sensitif lingkungan, yang dimasukkan sebagai variabel kontrol, tidak
menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap return abnormal pada horizon mana
pun.
Keywords: Merger dan Akuisisi, Koneksi Politik, Tingkat Pengembalian Kumulatif Jangka
Pendek (CAR), Tingkat Pengembalian Kumulatif Jangka Panjang (BHAR)
Perpustakaan Digital ITB