Kawasan Pusat Kota atau yang disebut juga Central Business District merupakan kawasan pusat aktivitas manusia. Pembangunan kawasan ini harus selalu dimonitoring agar tidak terjadi kesemrawutan. Pembangunan Central Business District yang tidak terarah dapat menyebabkan suatu fenomena yang disebut Urban Heat Island (UHI). Urban Heat Island dapat berdampak buruk bagi segala sisi kehidupan manusia antara lain yaitu kenaikan permintaan energi, kenaikan permintaan sumber daya air, yang dapat mengganggu kestabilitasan ekonomi sampai juga berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Metode yang dipakai adalah metode penginderaan jauh dengan dua satelit yang berbeda. Data utama yang dipakai dalam studi ini adalah data citra satelit SPOT 5 yang beresolusi 2,5 M dan data citra satelit Landsat 7 ETM+ yang dapat digunakan untuk mengukur temperatur permukaan. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi Urban Heat Island dengan ekstraksi temperatur dan teknik penghitungan NDVI, sedangkan untuk menidentifikasi Central Business Distrit dengan interpretaasi manual ditambah dengan data sekunder dari survey lapangan.Penelitian ini difokuskan kepada analisis hubungan antara perkembangan Central Business District dengan Urban Heat Island yang terjadi di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Urban Heat Island tidak dapat diidentifikasi dengan satelit Landsat 7 ETM+ karena waktu perekamannya adalah pagi hari sedangkan efek Urban Heat Island dapat terlihat jelas pada saat malam hari. Urban Heat Island dapat menjadi salah satu indikator untuk mengidentifikasi perkembangan Central Business district dengan ditunjang data pendukung lain. Selain itu UHI juga dapat menjadi indicator tercipta atau tidaknya sustainable development berdasarkan rencana tata ruang yang telah dibuat pemerintah.
Perpustakaan Digital ITB