Faktor Environmental, Social, dan Governance (ESG) telah terintegrasi menjadi standar keuangan global, dengan aset berbasis ESG diproyeksikan melampaui USD 45 triliun pada tahun 2025. Di Indonesia, penerapan ESG didorong oleh POJK 51/2017 dan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan (2021-2025). Meskipun demikian, bukti empiris yang menjelaskan bagaimana investor ritel merespons pengungkapan ESG masih terbatas, terutama di sektor perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja ESG terhadap keputusan investasi investor ritel pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
??Penelitian ini menilai pengaruh dimensi ESG terhadap keputusan investasi serta menguji peran investment horizon sebagai moderasi. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada 175 investor ritel pemilik saham BBCA. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan moderated regression dengan 2.000 sampel bootstrapping BCa. Hasil menunjukkan bahwa faktor ESG secara kolektif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Di antara ketiga dimensi, Governance menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan, menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan etika pengelolaan dalam membangun kepercayaan investor. Dimensi Environmental dan Social berpengaruh positif namun tidak signifikan, dan investment horizon tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan.
??Temuan ini memperluas penerapan teori Stakeholder, Signaling, dan Planned Behavior dengan menunjukkan bahwa praktik tata kelola yang kredibel menjadi sinyal ESG paling berpengaruh bagi investor. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan agar BCA memperkuat komunikasi ESG melalui portal ESG Highlight yang interaktif dan terintegrasi dengan media sosial untuk meningkatkan transparansi dan keterlibatan investor. Hasil ini memberikan wawasan untuk strategi ESG serta mendorong perilaku investasi berkelanjutan di sektor perbankan Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB