digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gunungapi Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe strato dengan ketinggian 2168 mdpl yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Sejak 2012 Gunungapi Galunggung dan sekitarnya telah disurvei untuk keperluan evaluasi geotermal, namun karena sifat surveinya masih sangat regional, sehingga masih banyak fitur-fitur geologi penting yang menjadi pengontrol suatu sistem geotermal yang belum terpetakan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi Gunungapi Galunggung, yang meliputi geomorfologi, geologi, volkanostratigrafi, dan struktur geologi, serta mengevaluasi potensi geotermal daerah penelitian dengan pendekatan perkembangan gunungapi. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 6 satuan, yaitu: Satuan Kawah Erupsi Galunggung, Satuan Lereng Aliran Lava-Piroklastik Galunggung, Satuan Lereng Aliran Lahar-Piroklastik Galunggung, Satuan Lembah Aliran Piroklastik Galunggung, Satuan Lereng Aliran Piroklastik Karacak, dan Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Karacak. Volkanostratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 3 khuluk, yaitu: Khuluk Karacak, Talagabodas, dan Galunggung. Batuan yang ditemukan pada daerah penelitian adalah andesit, basalt, breksi piroklastik, dan batulapili-tuf yang dibagi menjadi 15 satuan tidak resmi berdasarkan: komponen dari batuan, mekanisme pengendapan, sumber, dan waktu pembentukan. Struktur geologi pada daerah penelitian terdiri dari struktur sekunder berupa Sesar Normal Kawah Galunggung, Sesar Normal Cikunir, dan Sesar Normal Cibadak. Gunungapi Galunggung dinyatakan memiliki potensi geotermal yang baik berdasarkan perkembangan Gunungapinya, dengan kriteria sebagai berikut: volume gunungapi lebih besar dari 50 km3, evolusi magma yang mature, umur diantara 50.000 hingga 200.000 tahun, merupakan erupsi pusat, dan memiliki manifestasi permukaan berupa mata air panas yang keluar dari kontak antara breksi piroklastik dengan endapan yang lebih tua di sepanjang Sungai Cipanas.