digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - MUHAMMAD GILANG ALDIANSACH
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Berdasarkan studi literatur, wilayah Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo merupakan daerah dengan potensi endapan mineral. Namun, informasi geologi rinci di daerah tersebut masih sangat terbatas; oleh karena itu, diperlukan kajian geologi yang lebih rinci untuk membangun pemahaman dasar sebelum tahapan eksplorasi lanjut dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi geologi daerah Bonepantai dan sekitarnya yang meliputi geomorfologi, litologi, stratigrafi, dan struktur geologi, serta merekonstruksi sejarah geologi daerah penelitian. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi dengan skala 1:25.000, didukung oleh studi literatur, analisis geomorfologi, analisis petrografi, dan analisis struktur geologi. Berdasarkan Pemetaan geologi pada luas 59,39 km², teridentifikasi enam satuan geomorfologi meliputi Perbukitan Aliran Lava Bondawuna, Perbukitan Intrusi Pelita Hijau, Perbukitan Intrusi Tunas Jaya, Punggungan Aliran Piroklastik Tamboo, dan Perbukitan Sisa Gunungapi Tulabolo Barat. Terdapat 10 satuan batuan yang terpetakan, terdiri atas yang tertua: Satuan Batupasir–Batulanau, Satuan Batugamping, Satuan Lava Andesit, Satuan Tuf Dasit, Satuan Tuf Lapili, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Intrusi Andesit Piroksen, Satuan Intrusi Granit, Satuan Breksi Hidrotermal, dan Satuan Breksi Tuf. Struktur geologi berupa delapan sesar terpetakan dan dikelompokkan ke dalam dua tahap deformasi. Tahap pertama meliputi sesar mendatar dekstral NW–SE, sesar mendatar sinistral NNE–SSW, serta sesar normal NNW–SSW. Tahap kedua menghasilkan sesar normal dan normal-menganan ENE–WSW. Satuan granit yang tidak terpotong oleh sesar diinterpretasikan sebagai intrusi pascakolisi yang berkaitan dengan fase magmatisme pascakolisi pada rezim ekstensional, yang dipicu oleh proses rollback subduksi di Palung Sulawesi Utara. Integrasi data struktur geologi berupa sesar, kekar gerus dan kekar tarik menunjukkan bahwa daerah Bonepantai dikontrol oleh sistem ekstensional yang berhubungan dengan subduksi rollback Laut Sulawesi Utara. Selain itu, keberadaan breksi hidrotermal mengindikasikan adanya sistem hidrotermal yang berkembang dan berpotensi membawa mineralisasi.