Meningkatnya kebutuhan pelumas serta dampak lingkungan dari pelumas berbasis minyak bumi mendorong pengembangan biolubrikan berbasis minyak nabati yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mensintesis biolubrikan berbasis minyak jarak kepyar (Ricinus communis L.) melalui tahapan esterifikasi, transesterifikasi I, dan transesterifikasi II menggunakan Trimethylolpropane (TMP), serta menentukan kondisi optimum proses. Variabel yang dikaji meliputi rasio molar metanol:minyak pada transesterifikasi I, serta rasio molar COME:TMP, waktu, dan suhu reaksi pada transesterifikasi II. Produk dikarakterisasi berdasarkan yield, densitas, viskositas kinematik, viscosity index, pour point, flash point, stabilitas oksidasi, dan acid value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esterifikasi menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA) sebesar 92,41%, sehingga memenuhi persyaratan untuk transesterifikasi basa. Kondisi optimum diperoleh pada rasio molar metanol:minyak 6:1, rasio molar COME:TMP 3:1, suhu 90°C, dan waktu reaksi 60 menit. Biolubrikan yang dihasilkan memiliki yield 97,40%, densitas 0,92 g/cm³, viskositas kinematik 55,52 cSt (40°C) dan 8,68 cSt (100°C), viscosity index 155,82, pour point ?21°C, flash point 220°C, serta stabilitas oksidasi 42,02 jam. Produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu SNI 7069-19:2022 dan termasuk dalam klasifikasi ISO VG 46, sehingga berpotensi sebagai pelumas berbasis minyak nabati.
Perpustakaan Digital ITB