digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Yulina Anjani
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli

Produksi CPO yang terus meningkat membuat limbah padat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) meningkat setiap tahunnya. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah TKKS dapat merusak dan membahayakan lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi limbah TKKS yaitu dengan memanfaatkannya menjadi sumber energi terbarukan. Lignin merupakan salah satu komponen lignoselulosa yang dapat dimanfaatkan menjadi resin, karbon aktif, superkapasitor, dan bahan kimia. Namun pemanfaatan lignin masih kurang, sebagian besar dibakar sebagai bahan bakar boiler bermutu rendah. Hal ini karena lignin sangat heterogen, recalcitrant, dan rumit. Oleh karena itu, pengurangan heterogenitas merupakan faktor penting untuk meningkatkan volarisasi lignin. Fraksinasi adalah proses untuk memisahkan lignin menjadi beberapa fraksi berdasarkan berat molekul, kelarutan, atau gugus fungsionalnya. Salah satu metode fraksinasi yang cukup menjanjikan yaitu metode fraksinasi menggunakan pelarut. Fokus penelitian ini pada tahap isolasi lignin dari black liquor hasil delignifikasi menggunakan MEA murni dan fraksinasi menggunakan pelarut organik. Pada tahap isolasi digunakan HCl untuk presipitasi lignin dengan variasi kondisi pH (4,0 dan 2,0). Fraksinasi satu tahap dilakukan menggunakan campuran pelarut etanoldimethyl carbonate (EtOH-DMC) dan butanol-dimethyl carbonate (BuOH-DMC) dengan variasi rasio volume 3:1 dan 1:3 (v/v). Hasil delignifikasi dengan MEA murni diperoleh derajat delignifikasi sebesar 91,86%. Isolasi lignin optimal diperoleh pada pH 4,0 dengan yield recovery dari black liquor sebesar 26,50% yang minim degradasi hemiselulosa. Fraksi sistem pelarut EtOH:DMC = 3:1 (v/v) terbukti paling optimal dengan menghasilkan yield lignin larut tertinggi sebesar 49,41%, fraksi lignin yang paling homogen dengan indeks polidispersitas (PDI) terkecil (1,129) dan berat molekul (Mw) terbesar (35.450 g/mol), serta profil struktural berdasarkan analisis FTIR yang paling menyerupai karakteristik crude lignin. Fraksi lignin homogen ini sangat potensial untuk divalorisasi lebih lanjut menjadi produk yang bernilai.