digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang salah satu patogenesisnya adalah proliferasi Cutibacterium acnes. Daun teh hijau (Camellia sinensis (L.) Kuntze) kaya akan polifenol, terutama epigallocatechin-3-gallate, yang bersifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi sebagai terapi jerawat topikal. Penelitian ini bertujuan memformulasi film forming gel (FFG) ekstrak daun teh hijau dengan basis dan konsentrasi optimum, serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia, aktivitas antibakteri, dan stabilitasnya. Ekstraksi dilakukan dengan Ultrasound-Assisted Extraction menggunakan etanol 70%, dilanjutkan penapisan fitokimia serta penetapan kadar fenol dan flavonoid total. Konsentrasi ekstrak ditetapkan berdasarkan uji antibakteri difusi sumuran, sedangkan optimasi basis menggunakan Response Surface Methodology desain Face-Centered Central Composite Design dua faktor, yaitu polyvinyl alcohol/PVA dan Carbopol 940, terhadap lima respons. Rendemen ekstraksi 28,807% dengan kadar fenol total 326,36 mg GAE/g dan flavonoid total 8,81 mg QE/g. Konsentrasi 3% ditetapkan optimum karena zona hambatnya 22,05 mm, tidak berbeda bermakna dengan konsentrasi 5% (23,35 mm) maupun kontrol positif klindamisin (23,48 mm). Carbopol 940 berpengaruh signifikan terhadap pH, viskositas, dan daya sebar. Formula optimum diperoleh pada PVA 12,5% dan Carbopol 940 1,076% dengan composite desirability 0,75. FFG ekstrak 3% menghasilkan zona hambat 13,89 mm, setara dengan salah satu produk komersial pembanding, namun tidak berbeda bermakna dengan basisnya (12,96 mm). Sediaan stabil terhadap cycling test. Selama uji stabilitas dipercepat 28 hari pH bertahan pada 4,78–5,03, sedangkan viskositas meningkat pada suhu 4 °C namun menurun pada suhu ruang dan 40 °C. FFG ekstrak daun teh hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal berbasis bahan alam untuk terapi acne vulgaris.