Acne vulgaris merupakan penyakit kulit inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang salah satu
patogenesisnya adalah proliferasi Cutibacterium acnes. Daun teh hijau (Camellia sinensis (L.)
Kuntze) kaya akan polifenol, terutama epigallocatechin-3-gallate, yang bersifat antibakteri,
antiinflamasi, dan antioksidan sehingga berpotensi sebagai terapi jerawat topikal. Penelitian ini
bertujuan memformulasi film forming gel (FFG) ekstrak daun teh hijau dengan basis dan konsentrasi
optimum, serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia, aktivitas antibakteri, dan stabilitasnya.
Ekstraksi dilakukan dengan Ultrasound-Assisted Extraction menggunakan etanol 70%, dilanjutkan
penapisan fitokimia serta penetapan kadar fenol dan flavonoid total. Konsentrasi ekstrak ditetapkan
berdasarkan uji antibakteri difusi sumuran, sedangkan optimasi basis menggunakan Response
Surface Methodology desain Face-Centered Central Composite Design dua faktor, yaitu polyvinyl
alcohol/PVA dan Carbopol 940, terhadap lima respons. Rendemen ekstraksi 28,807% dengan kadar
fenol total 326,36 mg GAE/g dan flavonoid total 8,81 mg QE/g. Konsentrasi 3% ditetapkan optimum
karena zona hambatnya 22,05 mm, tidak berbeda bermakna dengan konsentrasi 5% (23,35 mm)
maupun kontrol positif klindamisin (23,48 mm). Carbopol 940 berpengaruh signifikan terhadap pH,
viskositas, dan daya sebar. Formula optimum diperoleh pada PVA 12,5% dan Carbopol 940 1,076%
dengan composite desirability 0,75. FFG ekstrak 3% menghasilkan zona hambat 13,89 mm, setara
dengan salah satu produk komersial pembanding, namun tidak berbeda bermakna dengan basisnya
(12,96 mm). Sediaan stabil terhadap cycling test. Selama uji stabilitas dipercepat 28 hari pH
bertahan pada 4,78–5,03, sedangkan viskositas meningkat pada suhu 4 °C namun menurun pada
suhu ruang dan 40 °C. FFG ekstrak daun teh hijau berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal
berbasis bahan alam untuk terapi acne vulgaris.
Perpustakaan Digital ITB