digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Transformator daya merupakan komponen penting dalam sistem tenaga listrik yang memerlukan minyak isolasi sebagai media dielektrik dan pendingin. Saat ini, kebutuhan minyak transformator di Indonesia masih didominasi oleh produk mineral yang sebagian besar impor. Selain itu, produk mineral menghadapi tantangan lingkungan dan mendorong pengembangan fluida isolasi yang lebih berkelanjutan. Berbagai produk biobased transformer oil komersial seperti Envirotemp FR3, Biotemp, dan Midel telah dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan, tetapi menggunakan bahan baku tunggal yang tidak sepenuhnya mencerminkan potensi sumber daya lokal Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biobased transformer oil berbahan baku lokal melalui pencampuran Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan minyak jarak pagar (Jatropha curcas) pada rasio 70:30, 80:20, dan 90:10. Karakterisasi dilakukan terhadap sifat fisik, elektrik, dan kimia mengacu pada standar ASTM D6871 dan IEC 62770. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rasio formulasi memenuhi persyaratan standar untuk parameter titik nyala, titik bakar, densitas, viskositas, tegangan tembus, faktor disipasi, kandungan air, dan keasaman total. Formulasi 90:10 menghasilkan kinerja terbaik dengan titik nyala 302°C, titik bakar 338°C, densitas 0,91 g/cm³, viskositas 40,22 mm²/s pada 40°C, tegangan tembus 65,6 kV, faktor disipasi 0,016, kandungan air 144 mg/kg, dan keasaman total 0,152 mgKOH/g. Namun, seluruh formulasi memiliki titik tuang pada rentang 0–1°C sehingga belum memenuhi batas standar ? ?10°C. Meskipun demikian, nilai tersebut masih berada di bawah temperatur lingkungan terendah yang tercatat di Indonesia, yaitu sekitar 5,4°C, sehingga tetap berpotensi untuk aplikasi domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi blending RBDPO dan minyak jarak pagar berpotensi dikembangkan sebagai biobased transformer oil lokal. Di lain sisi, pemanfaatan pour point depressant menjadi peluang pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan potensi komersialisasi global.