Marine Heatwaves (MHW) Adalah anomali pemanasan permukaan laut yang
diakibatkan oleh interaksi dari komponen atmosfer dan laut. Anomali ini secara
signifikan memberikan dampak yang signifikan terhadap ekosistem laut seperti
pemutihan karang, penurunan klorofil, dan kerusakan ekosistem lainnya. Benua
Maritim merupakan daerah yang rawan terjadi MHW akibat interaksi atmosfer
laut yang kompleks. Meskipun sebelumnya terdapat banyak penelitian tentang
MHW di wilayah ini, fokus penelitian tersebut lebih banyak pada pola statistik
MHW. Penelitian ini masih bisa dilanjutkan dengan mengkaji driver dan kondisi
fisis MHW terutama dilihat dari kedua fasenya, yaitu fase pembentukan (onset) dan
disipasi (decline). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik MHW di
kedua fase ini dengan mengkaji bagaimana pengaruh fluks panas permukaan di
kedua fase tersebut.
Penelitian ini menggunakan data suhu permukaan laut dari dataset Optimum
Interpolation Sea Surface Temperature (OISST) untuk mendeteksi Kejadian MHW
dan kedua fase MHW. Selanjutnya factor fluks panas dari tendensi suhu permukaan
dianalisis dengan data fluks panas permukan yang diambil dari dataset ECMWF
Reanalysis v5 (ERA5).
Dalam penelitian ini ditemukan frekuensi kejadian MHW dan kenaikan serta
penurunan suhu yang lebih tinggi diwilayah pesisir Pantai. Dengan
membandingkan kontribusi fluks pada kedua fase, ditemukan fluks panas
permukaan berkontribusi lebih besar pada fase pembentukan dibandingkan dengan
fase disipasi. Komponen fluks panas gelombang pendek lebih banyak mendominasi
pada saat fase pembentukan dibandingkan fase disipasi.
Perpustakaan Digital ITB