digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Chairul Nazli Nasution
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Marine Heatwaves (MHW) Adalah anomali pemanasan permukaan laut yang diakibatkan oleh interaksi dari komponen atmosfer dan laut. Anomali ini secara signifikan memberikan dampak yang signifikan terhadap ekosistem laut seperti pemutihan karang, penurunan klorofil, dan kerusakan ekosistem lainnya. Benua Maritim merupakan daerah yang rawan terjadi MHW akibat interaksi atmosfer laut yang kompleks. Meskipun sebelumnya terdapat banyak penelitian tentang MHW di wilayah ini, fokus penelitian tersebut lebih banyak pada pola statistik MHW. Penelitian ini masih bisa dilanjutkan dengan mengkaji driver dan kondisi fisis MHW terutama dilihat dari kedua fasenya, yaitu fase pembentukan (onset) dan disipasi (decline). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik MHW di kedua fase ini dengan mengkaji bagaimana pengaruh fluks panas permukaan di kedua fase tersebut. Penelitian ini menggunakan data suhu permukaan laut dari dataset Optimum Interpolation Sea Surface Temperature (OISST) untuk mendeteksi Kejadian MHW dan kedua fase MHW. Selanjutnya factor fluks panas dari tendensi suhu permukaan dianalisis dengan data fluks panas permukan yang diambil dari dataset ECMWF Reanalysis v5 (ERA5). Dalam penelitian ini ditemukan frekuensi kejadian MHW dan kenaikan serta penurunan suhu yang lebih tinggi diwilayah pesisir Pantai. Dengan membandingkan kontribusi fluks pada kedua fase, ditemukan fluks panas permukaan berkontribusi lebih besar pada fase pembentukan dibandingkan dengan fase disipasi. Komponen fluks panas gelombang pendek lebih banyak mendominasi pada saat fase pembentukan dibandingkan fase disipasi.