Abstrak - Rizki Syahputra
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Peningkatan produksi biodiesel di Indonesia yang signifikan dari tahun ke tahun telah menyebabkan akumulasi produk samping berupa gliserol dalam jumlah yang melimpah. Keberlimpahan gliserol ini mendorong adanya inovasi untuk pemanfaatan gliserol yang dikonversi menjadi senyawa bernilai tambah. Salah satu potensi produk turunan yang cukup besar adalah asam laktat. Asam laktat merupakan senyawa kimia serbaguna dan memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permintaan global yang terus meningkat, terutama di sektor industri makanan, farmasi, kosmetik, dan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk eksplorasi proses fermentasi gliserol menjadi asam laktat melalui pendekatan variasi parameter proses, mencakup jenis mikroorganisme, dan konsentrasi glukosa:gliserol dalam substrat. Jenis mikroorganisme yang diuji terdiri dari Escherichia coli, Bacillus coagulans, Lactobacillus plantarum, dan Streptococcus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme yang paling efektif dalam memanfaatkan gliserol sebagai substrat fermentasi adalah Bacillus coagulans. Mikroorganisme ini menunjukkan konsumsi gliserol tertinggi yakni sebesar 10,45 g/L, serta menghasilkan konsentrasi asam laktat sebesar 0,397 g/L pada variasi substrat 05:50. Sementara itu, Lactobacillus plantarum menghasilkan konsentrasi asam laktat tertinggi, yaitu sebesar 19,78 g/L, namun proses fermentasinya masih lebih didominasi oleh pemanfaatan glukosa sebagai substrat utama. Berdasarkan perbandingan hasil tersebut, Lactobacillus plantarum menjadi mikroorganisme dengan produksi asam laktat tertinggi, sedangkan Bacillus coagulans dinilai paling potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB