Sekolah berasrama sebagai salah satu model pendidikan berbasis full day
learning, menghadapi tantangan yang berbeda dengan sekolah umum yang hanya
menerapkan pembelajaran setengah hari. Faktor kenyamanan lingkungan maupun
kondisi psikologi seringkali menjadi isu yang dihadapi siswi sekolah asrama.
Kenyamanan ini dapat memengaruhi proses persepsi terhadap ruang dan
menggambarkan pengalaman belajar serta rasa betah untuk tinggal sehari-hari di
lingkungan asrama. Sebagai sebuah sekolah full-day asrama yang memfasilitasi
kegiatan pembelajaran serta kehidupan sehari-hari, terdapat beberapa faktor yang
dapat memengaruhi kegiatan dan pengalaman siswi dalam mempersepsikan
lingkungan asrama sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kebetahan siswi.
Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi kebetahan siswi asrama serta
memetakan faktor yang berpengaruh terhadap persepsi kebetahan siswi.
Pengumpulan data menggunakan metode gabungan (mixed methods) melalui
kualitatif observasi, kuantitatif kuesioner dan kualitatif wawancara. Pengambilan
sampel kuantitatif dilakukan dengan teknik purposive-incidental sampling yang
melibatkan 202 responden siswi. Data dianalisis menggunakan Exploratory
Factor Analysis (EFA) untuk mereduksi dimensi, dilanjutkan dengan pengujian
Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji
signifikansi hubungan antar variabel.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kebetahan siswi secara keseluruhan berada
pada kategori netral menuju betah. Analisis EFA mengekstraksi 11 kelompok
faktor, di mana uji PLS-SEM mengonfirmasi 6 faktor yang berpengaruh secara
signifikan terhadap kebetahan, yaitu: Kenyamanan Emosional dan Adaptasi Sosial
Lingkungan, Kenyaman Termal dan Pencahayaan Ruang Kelas, Kenyamanan
Privasi dan Proteksi Ruang Personal, Dukungan Lingkungan Akademik dan
Penilaian Sosial Asrama, Kenyamanan dan Penataan Ruang Asrama. Kontribusi
penelitian ini terhadap ruang lingkup desain menegaskan bahwa elemen desain
spasial seperti tata letak yang fungsional, penyediaan batas privasi visual yang
sesuai dengan nilai Islam, serta optimalisasi kenyamanan termal dan sirkulasi,
berperan krusial dalam menstabilkan lingkungan dan psikologis siswi. Hasil ini
diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan fasilitas pendidikan berasrama.
Perpustakaan Digital ITB