Penggunaan perangkat lunak konferensi video sebagai medium pelaksanaan pembelajaran jarak jauh
sudah lama digunakan di situasi-situasi khusus, tetapi dengan terjadinya pandemi Covid-19 dan
pelaksanaan social distancing, penggunaan perangkat lunak konferensi video menjadi lebih
umum. Penyebarluasan konsep pembelajaran jarak jauh dan penggunaan perangkat lunak konferensi video
dalam edukasi menggarisbawahi keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaannya, baik
untuk mempermudah akses pelajar terhadap pengajar yang tinggal di jarak jauh dan mempermudah
pengajar untuk mengakomodasi pelajar yang tidak dapat hadir ke kelas secara langsung.
Namun, penggunaan perangkat lunak konferensi video juga memiliki kelemahan-kelemahan tersendiri.
Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan desain yang dapat menjadi solusi dari salah satu
kelemahan tersebut, yakni kurangnya tanda-tanda seperti bahasa tubuh pelajar yang dapat digunakan
pengajar untuk menilai kepahaman pelajar terhadap materi yang sedang dijelaskan.
Desain yang dikembangkan akan menggunakan algoritma FER berbasis CNN yang akan menilai kepahaman
pelajar dari raut muka dan dijalankan pada perangkat masing-masing pelajar untuk mengurangi beban
komputasi di server pusat.
Algoritma FER yang dikembangkan memiliki akurasi keseluruhan sebesar 0,7697 dengan presisi muka
paham sebesar 0,8267 dan presisi muka tidak paham sebesar 0,6559. Sistem dapat dijalankan dengan
rasio kecepatan sebesar 1,2 pada perangkat yang menggunakan CPU setara dengan Intel i7 10700K atau
AMD Ryzen 5 3600.
Perpustakaan Digital ITB