Ketergantungan penggunaan energi fosil sebagai sumber utama listrik global telah
memberikan dampak signifikan terhadap kerusakan lingkungan, terutama akibat
peningkatan emisi karbon dan efek rumah kaca. Kondisi krisis energi ini mendesak
percepatan transisi menuju sumber energi terbarukan, di mana hidrogen yang
diproduksi melalui metode elektrolisis air menjadi salah satu solusi energi bersih
yang potensial karena tidak menghasilkan emisi karbon dioksida. Namun,
penerapan teknologi ini secara komersial masih terkendala oleh penggunaan
elektrokatalis berbasis logam mulia (Platinum Group Metals) yang memiliki
ketersediaan terbatas dan biaya tinggi. Sebagai alternatif yang lebih ekonomis,
material Transition Metal Phosphides (TMPs), khususnya paduan besi-kobaltnikel-
fosfor (FeCoNiP), menawarkan aktivitas katalitik yang unggul melalui efek
sinergis antarlogam transisi dan atom fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk
memfabrikasi lapisan elektrokatalis FeCoNiP menggunakan metode one-step
electrodeposition yang dinilai lebih efisien, aman, dan sederhana dibandingkan
metode termal konvensional. Fokus utama studi ini adalah mengevaluasi pengaruh
variasi parameter rapat arus, konsentrasi fosfor, dan duty cycle terhadap kinerja
reaksi evolusi hidrogen (hidrogen evolution reaction, HER), serta memodelkan
optimasi prosesnya menggunakan pendekatan statistik Box-Behnken.
Serangkaian percobaan dilakukan untuk menyelidiki pengaruh berbagai parameter
proses pada fabrikasi lapisan FeCoNiP melalui metode elektrodeposisi, yang terdiri
dari rapat arus (J = 1 – 10 amps-per-squared-decimeter, ASD), konsentrasi fosfor
([P] = 0 – 0,5 M), dan duty cycle (D = 50 – 100) terhadap kinerja elektrokatalitik
FeCoNiP dalam reaksi HER. Percobaan dimulai dengan perancangan eksperimen
menggunakan metode Box-Behnken Design (BBD) untuk mengidentifikasi faktor
yang signifikan, dan memodelkan hubungan kompleks antarvariabel yang
digunakan dalam proses elektrodeposisi FeCoNiP. Selanjutnya, dilakukan preparasi
substrat, kemudian proses elektrodeposisi sesuai dengan parameter yang telah
ditentukan. Pengujian elektrokimia yaitu Linear Sweep Voltammetry (LSV) dan
Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dengan menggunakan sistem tiga
elektroda dalam larutan elektrolit kalium hidroksida (KOH 1 M). Data LSV dan
EIS kemudian diolah dengan perangkat lunak ZView versi 4 dan Microsoft Excel
365 untuk menentukan nilai overpotential dan kemiringan Tafel, yang berfungsi
sebagai data yang dianalisis lebih lanjut menggunakan Minitab versi 22 untuk
memprediksi parameter optimum percobaan. Setelah prediksi analisis ditentukan,
uji validasi dilakukan untuk memverifikasi hasil prediksi optimum. Setelah
terverifikasi, parameter optimum kemudian divariasikan terhadap rapat arus dan
konsentrasi fosfor. Pengujian kinerja elektrokatalitik lapisan FeCoNiP dilakukan
dengan pengujian LSV, EIS, Cyclic Voltammetry (CV), dan Chonopotentiometry
(CP). Karakterisasi lapisan FeCoNiP berupa Difraksi Sinar-X (X-ray Diffraction,
XRD), Field Emission Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray
Spectroscopy (FESEM-EDS), dan X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS)
dilakukan untuk menganalisis karakteristik lapisan FeCoNiP.
Parameter optimum pada variasi percobaan diperoleh pada kondisi dengan rapat
arus 6,09 ASD, konsentrasi fosfor sebesar 0,28 molar, dan duty cycle sebesar 76%.
Respons pada parameter tersebut diperoleh nilai overpotential sebesar 41,90 mV
dan kemiringan Tafel sebesar 50,63 mV/dekade. Analisis statistik menunjukkan
bahwa parameter rapat arus dan konsentrasi fosfor berkontribusi signifikan
terhadap kinerja elektrokatalitik HER, sedangkan duty cycle hanya berkontribusi
signifikan pada kuadratik respons overpotential. Lapisan FeCoNiP terbentuk dari
larutan padat (solid solution) FeCoNi dengan atom fosfor yang terinkorporasi
masuk ke dalam kisi logam atau terlarut ke dalam fasa amorf dengan morfologi
nodular. Inkorporasi fosfor ke dalam kisi logam menciptakan situs ganda yang
meningkatkan kinerja elektrokatalitik lapisan FeCoNiP. Selain unggul pada kinerja
elektrokatalitik, lapisan FeCoNiP menunjukkan kemampuan untuk
mempertahankan kestabilan pada proses HER selama 20 jam.
Perpustakaan Digital ITB