digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Limbah teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) merupakan residu hasil penyeduhan teh yang masih mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, katekin, flavonoid, teaflavin, dan tearubigin. Fermentasi merupakan salah satu pendekatan biotransformasi yang melibatkan aktivitas mikroorganisme untuk memecah senyawa kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas biologis limbah teh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan aktivitas inhibisi enzim tirosinase, serta melakukan analisis metabolomik dan kemometrika hasil fermentasi menggunakan tiga metode, yaitu monofermentasi (Lactobacillus plantarum), kofermentasi (Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae), serta fermentasi simbiotik menggunakan SCOBY (kombucha). Hasil fermentasi diproses melalui freeze-drying dan ekstraksi cair-cair menggunakan etil asetat dan air. Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH diukur menggunakan microplate reader pada ? 517 nm dengan asam askorbat sebagai kontrol positif. Aktivitas inhibisi enzim tirosinase diukur menggunakan microplate reader pada ? 475 nm dengan asam kojat sebagai kontrol positif. Aktivitas antioksidan dan inhibisi tirosinase hasil fermentasi limbah teh paling kuat ditunjukkan oleh fraksi etil asetat kombucha yang diduga karena adanya gugus C=O dari asam karboksilat, struktur C=C aromatik, dan gugus C-O yang beragam dengan intensitas serapan kuat. Analisis kemometrika dengan Principal Component (PCA) dan Cluster Analysis (CA) menunjukkan hasil kedekatan antara fraksi air dan freeze dry secara metabolit sekunder berdasarkan variasi absorbansi spektra inframerah. Secara keseluruhan, disimpulkan bahwa fermentasi, khususnya menggunakan SCOBY, efektif meningkatkan aktivitas antioksidan dan inhibisi enzim tirosinase limbah teh, sehingga limbah teh hasil fermentasi berpotensi dikembangkan sebagai sumber bioaktif alami untuk aplikasi antioksidan dan pencerah kulit.