Rockburst merupakan kegagalan dinamis batuan akibat pelepasan cepat energi regangan elastik yang tersimpan di sekitar bukaan bawah tanah. Penelitian ini bertujuan menentukan ambang kerusakan progresif batuan dari uji kuat tekan uniaksial (UCS), mengevaluasi hubungan Brittleness Index (BI)–Elastic Energy Index (WET), serta mengembangkan dan memvalidasi kriteria Stress-to-Strength Hazard Potential (SHP = ??/?c) untuk penilaian potensi rockburst. Analisis dilakukan terhadap 4000 data uji UCS dari batuan sedimen, metamorf, dan beku serta 181 riwayat kasus dari 37 terowongan. Hasil menunjukkan bahwa tegangan crack closure (CC), crack initiation (CI), dan yield point (YP) masing-masing berada pada sekitar 0.14?c, 0.46?c, dan 0.84?c. Hubungan BI–WET menunjukkan bahwa batuan yang lebih getas cenderung memiliki kapasitas penyimpanan energi elastik lebih tinggi, tetapi kondisi tegangan tetap diperlukan sebagai pemicu. Kriteria SHP menghubungkan tegangan tangensial batas bukaan dengan tahapan kerusakan tersebut, dengan SHP = 0.20 sebagai batas konservatif peringatan dini. Validasi SHP–WET menunjukkan bahwa rockburst sedang hingga kuat pada SHP relatif rendah umumnya berkaitan dengan WET tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa potensi rockburst dapat berkembang setelah CC dan sebelum CI sehingga perlu dipahami sebagai proses ketidakstabilan progresif, bukan hanya keruntuhan mendekati kekuatan puncak.
Perpustakaan Digital ITB