Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang
dan umumnya disertai berbagai penyakit penyerta sehingga meningkatkan penggunaan obat
secara bersamaan. Kondisi tersebut menyebabkan pasien penyakit ginjal kronik memiliki risiko
lebih tinggi mengalami interaksi obat dan reaksi obat merugikan (ROM) sehingga evaluasi
penggunaan obat perlu dilakukan untuk mendukung keamanan dan rasionalitas terapi.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat berdasarkan parameter tepat pasien,
tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis, serta mengidentifikasi potensi interaksi obat dan
reaksi obat merugikan pada pasien PGK di Rumah Sakit Umum Daerah Bandung Kiwari.
Penelitian observasional deskriptif retrospektif ini menggunakan data rekam medis pasien PGK
stadium tiga sampai stadium lima yang menjalani rawat inap selama periode Agustus–Oktober
2025. Sebanyak 124 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Evaluasi
penggunaan obat dilakukan menggunakan instrumen Kriteria Penggunaan Obat (KPO),
identifikasi potensi interaksi obat menggunakan DynaMedex®, sedangkan ROM dinilai
menggunakan Algoritma Naranjo, Skala Hartwig dan Siegel, serta klasifikasi Rawlins dan
Thompson. Sebagian besar penggunaan obat telah memenuhi parameter ketepatan, walaupun
masih ditemukan ketidaksesuaian dosis yang memerlukan penyesuaian berdasarkan fungsi
ginjal. Dari seluruh regimen terapi teridentifikasi 806 potensi interaksi obat yang didominasi
kategori moderate dan major. Selain itu, ditemukan 21 kejadian dugaan ROM aktual yang terdiri
atas 10 kasus akibat penggunaan obat tunggal dan 11 kasus yang berkaitan dengan interaksi
obat aktual, dengan manifestasi terbanyak berupa perburukan fungsi ginjal atau akumulasi
toksisitas obat (24%) serta gangguan elektrolit dan metabolik (24%). Seluruh ROM termasuk
kategori possible berdasarkan Algoritma Naranjo, sebagian besar termasuk kategori ringan
(90%) berdasarkan Skala Hartwig dan Siegel, serta didominasi oleh tipe A (augmented)
berdasarkan klasifikasi Rawlins dan Thompson. Sebagian besar penggunaan obat pada pasien
PGK telah memenuhi parameter ketepatan namun potensi interaksi obat dan dugaan ROM tetap
ditemukan. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan obat serta pemantauan terapi secara
berkelanjutan diperlukan untuk mendukung keamanan penggunaan obat dan meningkatkan
keselamatan pasien.
Perpustakaan Digital ITB