digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan umumnya disertai berbagai penyakit penyerta sehingga meningkatkan penggunaan obat secara bersamaan. Kondisi tersebut menyebabkan pasien penyakit ginjal kronik memiliki risiko lebih tinggi mengalami interaksi obat dan reaksi obat merugikan (ROM) sehingga evaluasi penggunaan obat perlu dilakukan untuk mendukung keamanan dan rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan obat berdasarkan parameter tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis, serta mengidentifikasi potensi interaksi obat dan reaksi obat merugikan pada pasien PGK di Rumah Sakit Umum Daerah Bandung Kiwari. Penelitian observasional deskriptif retrospektif ini menggunakan data rekam medis pasien PGK stadium tiga sampai stadium lima yang menjalani rawat inap selama periode Agustus–Oktober 2025. Sebanyak 124 pasien dipilih menggunakan metode purposive sampling. Evaluasi penggunaan obat dilakukan menggunakan instrumen Kriteria Penggunaan Obat (KPO), identifikasi potensi interaksi obat menggunakan DynaMedex®, sedangkan ROM dinilai menggunakan Algoritma Naranjo, Skala Hartwig dan Siegel, serta klasifikasi Rawlins dan Thompson. Sebagian besar penggunaan obat telah memenuhi parameter ketepatan, walaupun masih ditemukan ketidaksesuaian dosis yang memerlukan penyesuaian berdasarkan fungsi ginjal. Dari seluruh regimen terapi teridentifikasi 806 potensi interaksi obat yang didominasi kategori moderate dan major. Selain itu, ditemukan 21 kejadian dugaan ROM aktual yang terdiri atas 10 kasus akibat penggunaan obat tunggal dan 11 kasus yang berkaitan dengan interaksi obat aktual, dengan manifestasi terbanyak berupa perburukan fungsi ginjal atau akumulasi toksisitas obat (24%) serta gangguan elektrolit dan metabolik (24%). Seluruh ROM termasuk kategori possible berdasarkan Algoritma Naranjo, sebagian besar termasuk kategori ringan (90%) berdasarkan Skala Hartwig dan Siegel, serta didominasi oleh tipe A (augmented) berdasarkan klasifikasi Rawlins dan Thompson. Sebagian besar penggunaan obat pada pasien PGK telah memenuhi parameter ketepatan namun potensi interaksi obat dan dugaan ROM tetap ditemukan. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan obat serta pemantauan terapi secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung keamanan penggunaan obat dan meningkatkan keselamatan pasien.