Penentuan cut-off grade memengaruhi klasifikasi material, jumlah bijih, dan nilai ekonomi rencana penambangan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan static cut-off grade dan dynamic cut-off grade pada endapan nikel laterit PT ABC. Static cut-off grade ditentukan berdasarkan grade-tonnage curve (GTC), target kualitas, dan break-even cut-off grade (BECOG) pada kondisi ekonomi tahun 2027, sedangkan dynamic cut-off grade dihitung setiap periode menggunakan pendekatan Lane.
Kedua skenario selanjutnya dioptimasi menggunakan Direct Block Scheduling (DBS). Hasil penelitian menunjukkan static cut-off grade sebesar 0,90% Ni untuk limonit dan 1,40% Ni untuk saprolit, sedangkan DCOG berada pada rentang 0,84–0,94% Ni untuk limonit dan 1,16–1,38% Ni untuk saprolit. Skenario dinamis menghasilkan total bijih optimum sebesar 4,88 juta WMT pada end-of-period surface, dibandingkan 5,01 juta WMT pada skenario statis. Pada desain ultimate pit limit, total bijih skenario dinamis sebesar 4,86 juta WMT, dibandingkan 4,99 juta WMT pada skenario statis. Meskipun jumlah bijih akhir lebih rendah, material yang memenuhi kriteria kadar batas sebelum penerapan target kualitas lebih banyak pada skenario dinamis. Dari sisi ekonomi, net present value meningkat 21,08%, dari 88,41 menjadi 107,05 juta USD, sedangkan net value desain ultimate pit limit meningkat 22,74%, dari 125,16 menjadi 153,62 juta USD. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian kadar batas antarperiode dapat meningkatkan nilai ekonomi tambang meskipun tidak meningkatkan jumlah bijih optimum.
Perpustakaan Digital ITB