digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Sotya Jauhari
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Ischemic stroke (IS) merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan secara global. Adanya keterbatasan pada terapi reperfusi seperti jendela terapeutik yang rendah dan risiko pendarahan mendorong eksplorasi agen neuroprotektif yang mampu memodulasi beberapa mekanisme patofisiologi IS secara simultan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas neuroprotektif kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica, CA), kelor (Moringa oleifera, MO), dan ikan gabus (Channa striata, CS) pada larva zebrafish (Danio rerio) model IS ditinjau dari luas area trombosis, aktivitas lokomosi, jumlah sel neutrofil, dan ekspresi gen terkait trombosis (f3a), inflamasi (IL-1?, IL-10), kerusakan Blood Brain Barrier (MMP-9), serta apoptosis (BAX, Caspase-7). Larva zebrafish (Danio rerio) usia 4 dpf diinduksi selama 24 jam sesuai kelompok perlakuannya, yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (E3), kontrol positif (Aspirin 12,5 ?g/mL dan Edaravone 12,5 ?g/mL), model IS (ponatinib 3 ?g/mL), serta tiga kelompok kombinasi ekstrak C. asiatica (114,5 ?g/mL), M. oleifera (37,5 ?g/mL), dan C. striata (29 ?g/mL), dengan variasi kombinasi CA+MO, MO+CS, dan CA+MO+CS. Efek dari perlakuan dievaluasi berdasarkan luas area trombosis serebral (pewarnaan o-dianisidine), aktivitas lokomosi (parameter jarak tempuh dan kecepatan renang), jumlah neutrofil (pewarnaan Sudan Black), serta tingkat ekspresi gen menggunakan RT-qPCR dan analisis 2???Ct. Data kemudian dianalisis dengan bantuan software ImageJ, Animal TA, dan Graph Pad Prism. Induksi ponatinib secara signifikan meningkatkan luas area trombosis serebral dibandingkan kontrol (p<0,0001). Pemberian kombinasi ekstrak CA+MO, MO+CS, dan CA+MO+CS masing-masing secara signifikan menurunkan luas area trombosis dibandingkan kelompok model (p<0,01; p<0,05; p<0,0001), dengan CA+MO+CS menunjukkan nilai rata-rata terendah (83.699 ?m²). Induksi ponatinib secara signifikan menurunkan kecepatan dan jarak renang dibandingkan kontrol (p<0,0001) menjadi sebesar 15,747 cm; 0,088 cm/s. Pemberian kombinasi CA+MO dan MO+CS masing-masing secara signifikan memulihkan kecepatan renang (p<0,0001 dan p<0,01) serta jarak tempuh (p<0,0001 dan p<0,01) dibandingkan kelompok model, dengan CA+MO menunjukkan nilai rata-rata tertinggi (0,402 cm/s; 72,384 cm) mendekati kontrol (0,490 cm/s; 88,222 cm). Sebaliknya, kombinasi CA+MO+CS tidak menunjukkan perbedaan signifikan terhadap kelompok model pada kedua parameter lokomosi tersebut. Induksi ponatinib (41 sel/larva) secara signifikan meningkatkan jumlah neutrofil dibandingkan kontrol (16 sel/larva) (p<0,0001). Pemberian kombinasi CA+MO, MO+CS, dan CA+MO+CS masing-masing secara signifikan menurunkan jumlah neutrofil dibandingkan kelompok model, menjadi 18, 15, dan 21 sel/larva (p<0,0001; p<0,01; p<0,0001). Induksi ponatinib secara signifikan meningkatkan ekspresi gen f3a, MMP-9, IL-1?, IL-10, dan BAX dibandingkan kontrol (p<0,05), namun tidak pada Caspase-7. Pemberian kombinasi ekstrak secara signifikan menurunkan ekspresi f3a, MMP-9, dan BAX pada seluruh kelompok kombinasi. Ekspresi IL-1? dan IL-10 menurun signifikan pada kelompok CA+MO dan CA+MO+CS, namun tidak pada MO+CS. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan IL-10 seiring turunnya IL-1? diduga berkaitan dengan penurunan beban inflamasi. Ekspresi Caspase-7 tidak menunjukkan perubahan signifikan pada seluruh kelompok. Secara keseluruhan, kombinasi ekstrak C. asiatica, M. oleifera, dan C. striata menunjukkan potensi efek neuroprotektif pada larva zebrafish model IS melalui penurunan luas area trombosis, pemulihan fungsi lokomosi, penurunan jumlah neutrofil di area kepala, dan penurunan ekspresi gen yang terlibat dalam patofisiologi IS.