ABSTRAK Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Alfatchurrachman
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Pemodelan Monte Carlo Track Structure (MCTS) menggunakan TOPAS-nBio,
ekstensi piranti lunak TOPAS berbasis Geant4 untuk simulasi radiobiologi tingkat
sel dan subsel, digunakan untuk menginvestigasi mekanisme kerusakan molekuler
DNA akibat radiasi proton. Namun, model referensi sebelumnya masih banyak
menggunakan pendekatan material air dan penentuan probabilitas interaksi radikal
berbasis volume. Tugas akhir ini bertujuan mengevaluasi dampak penggunaan
model material DNA berkelas Geant4 serta penyesuaian probabilitas interaksi
radikal terhadap tingkat kerusakan DNA yang dihasilkan. Simulasi iradiasi proton
(0,5–20 MeV) dilakukan dengan memvariasikan material komponen DNA dan
mengurangi probabilitas interaksi radikal dengan kerangka menjadi 17%
berdasarkan tinjauan penampang lintang lateral pelindung basa. Hasilnya, asumsi
material air terbukti mengoverestimasi jumlah kerusakan hingga 69% (direct) dan
78% (indirect) karena penampang lintang material DNA yang lebih tinggi membuat
interaksi elektron menjadi sangat terlokalisasi. Di sisi lain, penyesuaian probabilitas
interaksi radikal menjadi 17% efektif menaikkan rasio kerusakan basa terhadap
kerangka (BD/SB) hingga mendekati angka 2,5 dan menjaga proporsi kerusakan
direk di angka 35%. Penerapan modifikasi ini terbukti esensial dalam meningkatkan
akurasi dan kesesuaian pemodelan radiobiologi terhadap karakteristik
eksperimental.
Perpustakaan Digital ITB