Batas wilayah merupakan unsur informasi geospasial dasar yang berperan sebagai
data rujukan nasional dalam mendukung perencanaan wilayah, pengelolaan sumber
daya, serta integrasi data geospasial lintas sektor. Dalam konteks tata kelola data
nasional, kualitas dan konsistensi data batas wilayah menjadi aspek krusial karena
inkonsistensi spasial dapat berdampak pada perbedaan luas wilayah,
ketidaksinkronan data sektoral, serta permasalahan administratif. Pengelolaan batas
wilayah yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan tingkat administrasi
menuntut mekanisme penyimpanan data yang mampu menjaga konsistensi
geometri dan relasi spasial secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kinerja model data topologi dan model data spaghetti dalam
pengelolaan batas wilayah administrasi, dengan fokus pada efisiensi alur kerja dan
dukungannya terhadap tata kelola data yang berorientasi dalam pemeliharaan
kualitas data. Penelitian dilakukan melalui implementasi model data topologi pada
basis data spasial PostgreSQL/PostGIS menggunakan tipe data TopoGeometry.
Evaluasi dilakukan melalui beberapa skenario pengujian yang mencakup evaluasi
kinerja operasional model data, pengaruh nilai toleransi terhadap kualitas geometri,
kebutuhan kapasitas penyimpanan, serta implementasi versioning data. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa model data topologi hierarki memiliki kinerja yang
lebih unggul pada sebagian besar operasi pengelolaan batas wilayah, khususnya
pada proses pemutakhiran batas bersama yang melibatkan berbagai tingkat
administrasi. Pemanfaatan kueri relasional berbasis topologi juga terbukti efektif
dalam mendukung integrasi data garis batas, termasuk automasi segmentasi batas,
pengisian atribut wilayah berbatasan, dan klasifikasi segmen batas. Secara
keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan model data merupakan
bagian penting dari mekanisme tata kelola data batas wilayah. Model data topologi
direkomendasikan sebagai model utama dalam pengelolaan batas wilayah nasional
karena kemampuannya dalam menjaga konsistensi geometri dan relasi hierarkis
secara terstruktur, meningkatkan efisiensi alur kerja pemutakhiran, serta
mendukung integrasi data lintas tingkat administrasi secara berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB