Informasi prediksi curah hujan subseasonal-to-seasonal (S2S) bermanfaat untuk
mendukung berbagai sektor strategis. Namun, resolusi spasial yang relatif kasar
serta keterbatasan representasi proses lokal pada model global menyebabkan
prediksi curah hujan mengandung bias sistematis. Pada rentang S2S, variabel
atmosfer regional berpotensi mempertahankan informasi prediktif yang lebih baik
daripada curah hujan langsung. Penelitian ini mengevaluasi metode Constructed
Analogue (CA) untuk mentransfer prediksi atmosfer regional keluaran CFSv2
menjadi prediksi curah hujan mingguan beresolusi tinggi. Data MSWEP 0,1°
digunakan sebagai basis curah hujan beresolusi tinggi, sedangkan ERA5 digunakan
sebagai arsip prediktor historis. Evaluasi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji
sensitivitas konfigurasi CA, evaluasi skill dan reliability, serta pengujian asumsi
ketersediaan dan validitas analog. Skill dievaluasi menggunakan Continuous
Ranked Probability Score (CRPS), sedangkan reliability probabilitas kategori hujan
atas-normal dan bawah-normal dievaluasi menggunakan reliability diagram.
Hasil uji sensitivitas menunjukkan bahwa konfigurasi terpilih adalah moisture flux
convergence pada 850 hPa (MFC850) di domain Indonesia sebagai prediktor,
cosine similarity, dua analog, dan metode weighted mean. CA dengan konfigurasi
tersebut menurunkan CRPS rata-rata sekitar 5,7 mm/7 hari dibandingkan keluaran
langsung CFSv2, dengan peningkatan skill pada lebih dari 80% wilayah Indonesia.
Wilayah reliable mengalami peningkatan terbatas, dengan peningkatan yang lebih
konsisten pada kategori hujan bawah-normal daripada atas-normal. Meskipun
demikian, CRPS rata-rata hasil CA masih cukup tinggi, sekitar 19,05 mm/7 hari.
Keterbatasan ini sebagian terepresentasikan oleh rata-rata similarity analog
MFC850 yang hanya sebesar 0,284, serta hubungan antara kemiripan MFC850 dan
kesesuaian hujan lokal yang lemah (
?
<0,1), dengan hanya 53–55% kejadian
menunjukkan hubungan yang konsisten. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CA
mampu meningkatkan skill prediksi hujan mingguan, tetapi kualitas kemiripan
analog masih terbatas dan kemiripan prediktor tidak secara otomatis menjamin
validitas respons hujan lokal.
Perpustakaan Digital ITB