Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di sekitar Selat Malaka pada akhir November
2025 merupakan fenomena yang menantang untuk disimulasikan akibat interaksi
kompleks antara sirkulasi siklon dengan topografi Pulau Sumatra. Pendekatan
pemodelan regional yang umum digunakan memiliki keterbatasan pada kondisi
batas lateral serta cakupan domain yang terbatas dalam merepresentasikan interaksi
skala sinoptik. MPAS-A menawarkan solusi melalui pendekatan variable-
resolution yang berjalan secara global tanpa memerlukan kondisi batas lateral.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensitivitas kinerja MPAS-A terhadap
variasi lead time inisialisasi pada domain regional, serta membandingkan kinerja
skenario regional terbaik dengan skenario domain global dalam menyimulasikan
lintasan dan intensitas Siklon Tropis Senyar.
Penelitian dirancang dalam dua tahap eksperimen numerik. Tahap pertama menguji
sensitivitas lead time melalui tiga skenario domain regional beresolusi 3 km yang
diinisialisasi dari data GFS pada 23, 24, dan 25 November 2025 pukul 00.00 UTC.
Tahap kedua membandingkan skenario regional terbaik dengan skenario domain
global variable-resolution (60 ke 3 km) tanpa kondisi batas lateral. Seluruh
skenario menggunakan konfigurasi parameterisasi fisika yang identik. Hasil
simulasi dievaluasi terhadap data observasi IBTrACS, reanalisis ERA5, data
presipitasi GPM IMERG, dan citra satelit Himawari.
Hasil menunjukkan bahwa ketiga skenario regional gagal mempertahankan proses
recurvature secara konsisten, dengan Mean Track Error terkecil pada skenario
inisialisasi 25 November (763 km). Seluruh skenario regional juga menunjukkan
overestimasi intensitas MSLP dengan bias berkisar ?3,80 hingga ?10,90 hPa, serta
nilai Fractions Skill Score presipitasi yang berada di bawah ambang batas skillful
(0,5) pada seluruh ambang batas intensitas yang diuji. Skenario domain global
menunjukkan kinerja yang jauh lebih unggul, dengan Mean Track Error terkecil
(276 km), keberhasilan menyelesaikan proses recurvature yang tidak dicapai
domain regional, serta korelasi pola spasial MSLP terhadap ERA5 yang jauh lebih
tinggi (mean r = 0,686). Temuan ini mengindikasikan bahwa ketiadaan kondisi
batas lateral pada domain global berperan penting dalam meningkatkan akurasi
simulasi Siklon Tropis Senyar dibandingkan pendekatan domain regional.
Perpustakaan Digital ITB