digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Benaryasatya Bramandita S
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Siklon Tropis Senyar yang terbentuk di sekitar Selat Malaka pada akhir November 2025 merupakan fenomena yang menantang untuk disimulasikan akibat interaksi kompleks antara sirkulasi siklon dengan topografi Pulau Sumatra. Pendekatan pemodelan regional yang umum digunakan memiliki keterbatasan pada kondisi batas lateral serta cakupan domain yang terbatas dalam merepresentasikan interaksi skala sinoptik. MPAS-A menawarkan solusi melalui pendekatan variable- resolution yang berjalan secara global tanpa memerlukan kondisi batas lateral. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sensitivitas kinerja MPAS-A terhadap variasi lead time inisialisasi pada domain regional, serta membandingkan kinerja skenario regional terbaik dengan skenario domain global dalam menyimulasikan lintasan dan intensitas Siklon Tropis Senyar. Penelitian dirancang dalam dua tahap eksperimen numerik. Tahap pertama menguji sensitivitas lead time melalui tiga skenario domain regional beresolusi 3 km yang diinisialisasi dari data GFS pada 23, 24, dan 25 November 2025 pukul 00.00 UTC. Tahap kedua membandingkan skenario regional terbaik dengan skenario domain global variable-resolution (60 ke 3 km) tanpa kondisi batas lateral. Seluruh skenario menggunakan konfigurasi parameterisasi fisika yang identik. Hasil simulasi dievaluasi terhadap data observasi IBTrACS, reanalisis ERA5, data presipitasi GPM IMERG, dan citra satelit Himawari. Hasil menunjukkan bahwa ketiga skenario regional gagal mempertahankan proses recurvature secara konsisten, dengan Mean Track Error terkecil pada skenario inisialisasi 25 November (763 km). Seluruh skenario regional juga menunjukkan overestimasi intensitas MSLP dengan bias berkisar ?3,80 hingga ?10,90 hPa, serta nilai Fractions Skill Score presipitasi yang berada di bawah ambang batas skillful (0,5) pada seluruh ambang batas intensitas yang diuji. Skenario domain global menunjukkan kinerja yang jauh lebih unggul, dengan Mean Track Error terkecil (276 km), keberhasilan menyelesaikan proses recurvature yang tidak dicapai domain regional, serta korelasi pola spasial MSLP terhadap ERA5 yang jauh lebih tinggi (mean r = 0,686). Temuan ini mengindikasikan bahwa ketiadaan kondisi batas lateral pada domain global berperan penting dalam meningkatkan akurasi simulasi Siklon Tropis Senyar dibandingkan pendekatan domain regional.