digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - SHADRINA NAYLA FAHRADJANI
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Terminal Peti kemas Makassar New Port merupakan bagian dari rencana pengembangan Pelabuhan Makassar dengan tujuan mengakomodasi peningkatan arus pergerakan petikemas ke wilayah Indonesia Timur, mendukung perkembangan kawasan industri, serta mendukung kebijakan direct call ekspor produk-produk hasil pertanian dan perikanan dari Sulawesi Selatan ke Asia dan Eropa. Namun, realisasi arus peti kemas MNP cenderung fluktuatif dengan pandemi COVID-19 sebagai faktor utama penekannya, sehingga diperlukan evaluasi kecukupan fasilitas berdasarkan proyeksi yang diperbarui sesuai tren pertumbuhan aktual. Evaluasi dilakukan terhadap tiga komponen utama fasilitas terminal: (1) dermaga sebagai fasilitas sisi laut, (2) lapangan penumpukan, sistem penanganan peti kemas, dan tata letak lapangan sebagai fasilitas sisi darat, serta (3) jaringan jalan akses. Metode yang digunakan meliputi Berth Occupancy Ratio (BoR) untuk evaluasi dermaga, model antrian untuk evaluasi kinerja alat bongkar muat dan antrian kapal, Activity Relationship Chart (ARC) untuk evaluasi tata letak, serta MKJI 1997 untuk evaluasi kapasitas jalan akses. Hasil evaluasi menyatakan bahwa fasilitas berdasarkan rencana pengembangan dapat mengakomodasi proyeksi arus petikemas berdasarkan tren aktual hingga akhir periode tinjauan (2037) tanpa menimbulkan kongesti yang signifikan pada sistem operasional pelabuhan.