Abstrak - SHADRINA NAYLA FAHRADJANI
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terminal Peti kemas Makassar New Port merupakan bagian dari rencana
pengembangan Pelabuhan Makassar dengan tujuan mengakomodasi peningkatan
arus pergerakan petikemas ke wilayah Indonesia Timur, mendukung perkembangan
kawasan industri, serta mendukung kebijakan direct call ekspor produk-produk
hasil pertanian dan perikanan dari Sulawesi Selatan ke Asia dan Eropa. Namun,
realisasi arus peti kemas MNP cenderung fluktuatif dengan pandemi COVID-19
sebagai faktor utama penekannya, sehingga diperlukan evaluasi kecukupan fasilitas
berdasarkan proyeksi yang diperbarui sesuai tren pertumbuhan aktual.
Evaluasi dilakukan terhadap tiga komponen utama fasilitas terminal: (1) dermaga
sebagai fasilitas sisi laut, (2) lapangan penumpukan, sistem penanganan peti kemas,
dan tata letak lapangan sebagai fasilitas sisi darat, serta (3) jaringan jalan akses.
Metode yang digunakan meliputi Berth Occupancy Ratio (BoR) untuk evaluasi
dermaga, model antrian untuk evaluasi kinerja alat bongkar muat dan antrian kapal,
Activity Relationship Chart (ARC) untuk evaluasi tata letak, serta MKJI 1997 untuk
evaluasi kapasitas jalan akses.
Hasil evaluasi menyatakan bahwa fasilitas berdasarkan rencana pengembangan
dapat mengakomodasi proyeksi arus petikemas berdasarkan tren aktual hingga
akhir periode tinjauan (2037) tanpa menimbulkan kongesti yang signifikan pada
sistem operasional pelabuhan.
Perpustakaan Digital ITB