digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Iyan Engkuma
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Kualitas uap merupakan faktor penting yang memengaruhi keandalan jangka panjang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), terutama pada lapangan bertipe steam-dominated, dimana terbawanya kontaminan bersama aliran uap dapat menyebabkan deposisi, scaling, korosi, serta penurunan kinerja turbin. Penelitian ini mengevaluasi dan mengoptimasi kinerja sistim steam washing yang dipasang sebelum separator pada PLTP Darajat Unit 1 menggunakan pendekatan berbasis pemodelan. Analisis dilakukan dengan menggabungkan karakterisasi droplet secara hidraulik, perhitungan termodinamika pencampuran uap-air, serta mekanisme penangkapan partikel melalui difusi, intersepsi, dan impaksi inersia. Pengaruh distribusi ukuran partikel diperhitungkan menggunakan model Rosin–Rammler. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi nozzle MP343 yang digunakan saat ini memiliki efisiensi penangkapan partikel sebesar 44,54%, yang menghasilkan efisiensi penurunan kontaminan keseluruhan sebesar 40,1% setelah proses pemisahan, serta menurunkan konsentrasi klorida dari 0,2167 mg/L menjadi 0,1298 mg/L. Pada tahap optimasi pertama, nozzle MP375 teridentifikasi sebagai konfigurasi terbaik pada kondisi operasi eksisting dengan peningkatan efisiensi penangkapan menjadi 51,73% dan efisiensi penurunan keseluruhan menjadi 46,6%. Namun demikian, konsentrasi klorida yang dihasilkan masih berada di atas batas yang direkomendasikan MHI, yaitu sebesar 0,1158 mg/L. Tahap optimasi kedua dilakukan dengan mengevaluasi seluruh konfigurasi nozzle pada tekanan injeksi 20 bar. Hasilnya menunjukkan bahwa nozzle MP375 kembali memberikan kinerja terbaik dengan efisiensi penangkapan sebesar 79,89% dan efisiensi penurunan keseluruhan sebesar 71,9%. Pada kondisi tersebut, konsentrasi klorida, besi, silika, dan TDS berhasil diturunkan menjadi masing-masing 0,061; 0,003; 0,003; dan 0,149 mg/L. Validasi lapangan lebih lanjut direkomendasikan untuk mengonfirmasi hasil prediksi model sebelum implementasi pada skala operasional.