Kualitas uap merupakan faktor penting yang memengaruhi keandalan jangka
panjang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), terutama pada lapangan
bertipe steam-dominated, dimana terbawanya kontaminan bersama aliran uap dapat
menyebabkan deposisi, scaling, korosi, serta penurunan kinerja turbin. Penelitian
ini mengevaluasi dan mengoptimasi kinerja sistim steam washing yang dipasang
sebelum separator pada PLTP Darajat Unit 1 menggunakan pendekatan berbasis
pemodelan. Analisis dilakukan dengan menggabungkan karakterisasi droplet secara
hidraulik, perhitungan termodinamika pencampuran uap-air, serta mekanisme
penangkapan partikel melalui difusi, intersepsi, dan impaksi inersia. Pengaruh
distribusi ukuran partikel diperhitungkan menggunakan model Rosin–Rammler.
Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi nozzle MP343 yang digunakan saat ini
memiliki efisiensi penangkapan partikel sebesar 44,54%, yang menghasilkan
efisiensi penurunan kontaminan keseluruhan sebesar 40,1% setelah proses
pemisahan, serta menurunkan konsentrasi klorida dari 0,2167 mg/L menjadi 0,1298
mg/L. Pada tahap optimasi pertama, nozzle MP375 teridentifikasi sebagai
konfigurasi terbaik pada kondisi operasi eksisting dengan peningkatan efisiensi
penangkapan menjadi 51,73% dan efisiensi penurunan keseluruhan menjadi 46,6%.
Namun demikian, konsentrasi klorida yang dihasilkan masih berada di atas batas
yang direkomendasikan MHI, yaitu sebesar 0,1158 mg/L. Tahap optimasi kedua
dilakukan dengan mengevaluasi seluruh konfigurasi nozzle pada tekanan injeksi 20
bar. Hasilnya menunjukkan bahwa nozzle MP375 kembali memberikan kinerja
terbaik dengan efisiensi penangkapan sebesar 79,89% dan efisiensi penurunan
keseluruhan sebesar 71,9%. Pada kondisi tersebut, konsentrasi klorida, besi, silika,
dan TDS berhasil diturunkan menjadi masing-masing 0,061; 0,003; 0,003; dan
0,149 mg/L. Validasi lapangan lebih lanjut direkomendasikan untuk mengonfirmasi
hasil prediksi model sebelum implementasi pada skala operasional.
Perpustakaan Digital ITB