digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Afandi Faris Aiman
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Agarwood merupakan salah satu komoditas bernilai ekonomis. Resin agarwood dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum dan obat tradisional karena aroma khasnya yang berasal dari kandungan metabolit sekunder. Resin ini dihasilkan oleh tanaman dari famili Thymelaeaceae, khususnya genus Aquilaria dan Gyrinops, sebagai respons terhadap infeksi mikroba. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa seskuiterpen merupakan komponen utama penyusun resin agarwood. Pendekatan bioteknologi memungkinkan pemahaman proses pembentukan metabolit tersebut melalui kajian ekspresi gen dan karakterisasi enzim yang terlibat. Studi sebelumnya pada semai Gyrinops versteegii yang diinokulasi dengan jamur Fusarium solani menunjukkan perubahan pola ekspresi gennya. Peningkatan ekspresi teramati pada gen-gen yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman, seperti gen-gen pada jalur asam mevalonat dan jalur metileritritol fosfat yang terlibat dalam biosintesis senyawa terpenoid. Penelitian tersebut juga mengidentifikasi dua gen dengan peningkatan ekspresi relatif tertinggi, yaitu germacrene-? synthase dan deltaguaiene synthase (DGS). Penelitian ini difokuskan pada evaluasi dan karakterisasi gen DGS berdasarkan data transkriptom de novo. Sebanyak sembilan sekuen yang dianotasi sebagai DGS dievaluasi menggunakan database NCBI. Analisis filogenetik awal menunjukkan bahwa hanya Sekuen 8 dan 9 berkelompok dengan referensi DGS, sementara sekuen lainnya berada pada kelompok berbeda. Hasil BLAST-n dan BLAST-x menunjukkan bahwa beberapa sekuen memiliki kemiripan lebih tinggi dengan gen alpha-humulene synthase (AHS) yang juga berasal dari keluarga gen sesquiterpene synthase. Analisis lanjutan dengan referensi terpilih mengonfirmasi pengelompokan dua sekuen sebagai DGS dan tiga sekuen sebagai AHS, sementara sekuen lainnya membentuk klaster tersendiri. Analisis conserved motif melalui multiple sequence alignment menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki motif DDxxD yang identik, namun berbeda pada motif RRx?W. Perbedaan pada motif ini diduga menjadi faktor penentu spesifisitas produk seskuiterpen, yaitu delta-guaiene atau alpha-humulene. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan strategi molekuler untuk optimalisasi produksi resin agarwood.