Dislipidemia, faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, seperti infark miokard, merupakan salah
satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, dengan tingkat kepatuhan terapi rendah. Teayasa®
Golden Spice, dengan komposisi utama teh hijau dan jahe merah, berpotensi menjadi agen preventif.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antihiperlipidemia dan kardioprotektif ekstrak secara
in vitro, yakni pada sel 3T3-L1 yang diinduksi diferensiasi dengan IBMX, deksametason, dan insulin
serta pada sel H9c2 yang diinduksi stress oksidatif. Metode kolorimetri CCK-8 dan MTT digunakan
untuk uji sitotoksisitas dan menghitung viabilitas sel. Pewarna oil red o digunakan untuk visualisasi
dan kuantifikasi akumulasi lipid yang dihasilkan sel adiposit 3T3-L1. Proses ekstraksi dengan pelarut
air menghasilkan rendemen 37,27%. Hasil uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa ekstrak ? 100 ppm
aman bagi kedua jenis sel (IC50 240,90 ppm). Ekstrak terbukti mampu menghambat adipogenesis dan
menurunkan persentase akumulasi lipid intraseluler secara signifikan (P?0,05); serta melindungi sel
H9c2 dari kematian akibat induksi 100 mM H2O2. Dengan demikian, Teayasa® varian Golden Spice
berpotensi sebagai agen kardioprotektif, dengan mekanisme penghambatan pembentukan lipid dan
mencegah kematian sel kardiomiosit pada kondisi stres oksidatif.
Perpustakaan Digital ITB