digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Anindya Roro Renjani JM
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

TUGAS AKHIR Anindya Roro Renjani Jingga M
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Sesar Semarang merupakan salah satu segmen aktif yang berada pada sistem regional Java Back-arc Thrust yang didominasi oleh mekanisme sesar naik. Salah satu segmennya, yaitu Sesar Semarang, memiliki kemiringan bidang sesar (dip) sekitar 45° ke selatan dan berpotensi memengaruhi kondisi geologi bawah permukaan serta karakteristik respons seismik di wilayah Semarang. Namun, informasi mengenai karakteristik bawah permukaan pada zona sesar ini masih terbatas sehingga diperlukan metode geofisika pasif untuk mengidentifikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik bawah permukaan pada zona Sesar Semarang menggunakan metode MHVSR (Microtremor Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio) melalui parameter frekuensi dominan (f?), yaitu frekuensi pada puncak kurva H/V, amplitudo H/V (A?), yaitu nilai amplitudo pada frekuensi dominan, serta kecepatan gelombang geser rata-rata hingga kedalaman 30 meter (Vs30). Data mikrotremor diperoleh dari 36 stasiun hasil pengukuran menggunakan seismometer tiga komponen pada 28 September 2025. Data kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Geopsy untuk memperoleh kurva H/V. Tahapan inversi menggunakan algoritma Neighborhood Algorithm (NA) untuk memperoleh profil kecepatan gelombang geser (Vs) bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai f? berkisar antara 0,60–13,39 Hz dan A? antara 0,78–8,92. Berdasarkan hasil inversi kurva eliptisitas HVSR, nilai Vs30 berkisar antara 159,006–399,654 m/s, yang mengklasifikasikan situs penelitian ke dalam kelas Tanah Lunak (SE), Tanah Sedang (SD), dan Tanah Keras (SC) berdasarkan SNI 1726:2019. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kondisi bawah permukaan daerah penelitian bervariasi secara lateral, dari material yang relatif lunak hingga material yang lebih kaku. Distribusi parameter MHVSR dan Vs30 juga menunjukkan adanya variasi kondisi bawah permukaan yang dapat berkaitan dengan keberadaan struktur sesar, meskipun kondisi litologi dan ketebalan sedimen turut memengaruhi variasi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah dalam penyusunan mikrozonasi kebencanaan di wilayah Sesar Semarang.