Asam hialuronat (HA) merupakan glikosaminoglikan yang banyak dimanfaatkan
dalam bidang biomedis, farmasi, kosmetik, dan rekayasa jaringan karena bersifat
hidrofilik, viskoelastis, dan biokompatibel. HA umumnya diperoleh dari jaringan
hewan atau fermentasi mikroba. Pemanfaatannya yang luas meningkatkan
kebutuhan terhadap biomaterial ini dan mendorong eksplorasi sumber alternatif,
termasuk hasil samping perikanan. Pemanfaatan ikan masih berfokus pada daging,
sedangkan bagian lain, seperti kepala dan mata, belum dimanfaatkan secara
optimal. Humor vitreus ikan telah dilaporkan berpotensi sebagai sumber HA, tetapi
pemanfaatan humor vitreus dan bagian luar lensa mata ikan tongkol (Euthynnus
affinis) masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi dan mengarakterisasi
fraksi yang mengandung komponen hialuronat dari kedua bagian tersebut serta
mengevaluasi aktivitas awal penangkapan radikal ABTS•+ dan antibakteri fraksi
humor vitreus.
Ekstraksi dilakukan melalui hidrolisis enzimatik menggunakan papain, presipitasi
dengan cetylpyridinium chloride (CPC), pemurnian melalui dialisis, dan
pengeringan. Perolehan total fraksi kering dievaluasi dan karakterisasi dilakukan
menggunakan analisis karbon, hidrogen, nitrogen, dan sulfur, HPLC UV–Vis,
GPC, FTIR, ¹H NMR, dan SEM. Aktivitas penangkapan radikal ABTS•+ diuji pada
konsentrasi 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 mg/mL, sedangkan aktivitas antibakteri diuji
menggunakan metode difusi cakram terhadap Pseudomonas aeruginosa dan
Staphylococcus aureus. Data aktivitas dianalisis menggunakan one-way ANOVA
dan uji lanjut Tukey pada taraf signifikansi p < 0,05.
Perolehan total fraksi kering dari bagian luar lensa dan humor vitreus masingmasing
sebesar 1,125 dan 0,348 g/L. Nilai tersebut merepresentasikan keseluruhan
material hasil ekstraksi, bukan rendemen HA murni. Analisis karbon, hydrogen,
nitrogen dan sulfur mendukung keberadaan material biopolimer organik sekaligus
menunjukkan kemungkinan adanya komponen lain yang ikut terekstraksi. Puncak
utama HPLC UV–Vis fraksi humor vitreus dan bagian luar lensa masing-masing
terdeteksi pada waktu retensi 3,322 dan 3,033 menit, relatif dekat dengan HA
komersial pada 2,888 menit. Hasil tersebut mendukung keberadaan komponen
dengan perilaku kromatografi serupa dengan HA. Analisis GPC menghasilkan berat
molekul rata-rata berbobot (Mw) sebesar 1,78 × 10? Da pada fraksi humor vitreus
dan 7,34 × 10? Da pada fraksi bagian luar lensa, dengan PDI masing-masing 6,10
dan 8,05. Nilai tersebut menunjukkan distribusi ukuran molekul yang luas dan
merepresentasikan seluruh komponen terlarut. FTIR menunjukkan gugus fungsi
yang berkaitan dengan struktur polisakarida, sedangkan ¹H NMR memperlihatkan
sinyal pada daerah proton gula dan N-asetil. SEM menunjukkan permukaan kering
yang kasar dan beragregasi. CPC residual masih terdeteksi pada kedua fraksi,
dengan kontribusi sinyal yang lebih dominan pada fraksi bagian luar lensa. Oleh
karena itu, material hasil ekstraksi lebih tepat dinyatakan sebagai fraksi yang
mengandung komponen hialuronat, bukan HA murni.
Aktivitas penangkapan radikal ABTS•+ fraksi humor vitreus meningkat dari 5,58
± 0,11% pada konsentrasi 0,5 mg/mL menjadi 8,56 ± 0,10% pada 2,0 mg/mL,
dengan perbedaan nyata antar konsentrasi. Fraksi tersebut menghasilkan zona
hambat sebesar 9,10 ± 0,61 mm terhadap P. aeruginosa dan 10,20 ± 0,53 mm
terhadap S. aureus. Rerata zona hambat terhadap S. aureus lebih besar, tetapi tidak
dilakukan uji statistik langsung antar kedua bakteri sehingga perbedaan sensitivitas
belum dapat disimpulkan. Kadar CPC residual belum dikuantifikasi dan konsentrasi
CPC pembanding pada uji antibakteri tidak disetarakan dengan CPC di dalam
fraksi. Dengan demikian, aktivitas yang teramati merupakan aktivitas awal
keseluruhan fraksi dan belum dapat diatribusikan khusus kepada HA.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mata ikan tongkol berpotensi dimanfaatkan
sebagai sumber fraksi yang mengandung komponen hialuronat dari hasil samping
perikanan. Namun, perolehan fraksi bagian luar lensa yang lebih tinggi tidak
menunjukkan bahwa jaringan tersebut merupakan sumber HA yang lebih baik
karena spektrumnya masih menunjukkan kontribusi sinyal CPC yang dominan dan
memerlukan pemurnian lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB