Laelia Qodryafna Dewi [17020021]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Kesenian tradisi kerap terikat dengan mitos, seperti narasi Ramayana yang
dituangkan dalam pertunjukan wayang purwa. Rahwana sebagai tokoh antagonis
dalam epos ini merupakan manifestasi dari kekacauan kosmos sebagai oposisi
kosmik dari protagonisnya. Amarah, salah satu sifat dalam dasamuka Rahwana,
dipilih secara spesifik untuk menggambarkan kekacauan secara ekspresif. Demi
mengembalikan keseimbangan kosmos, konsep seni musik gamelan berupa laras
diadaptasi ke bentuk seni rupa untuk merespon chaos dalam karya lukis. Seni tradisi
wayang purwa menjadi penghubung paradoks kekacauan Rahwana dengan
keselarasan gamelan. Metode pembuatan karya menggunakan pendekatan
Ekspresionisme cat minyak dengan teknik pisau palet dan konsep laras gamelan
dalam karawitan. Teknik grattage dari aliran Surealis, ditarik mundur oleh seniman
ke idiom Ekspresionisme dalam menggunakan pisau palet sebagai metode
pengolahan ekspresi atau emosi intens dari alam bawah sadarnya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengekspresikan tentang mitos Rahwana berdasarkan alam bawah
sadar seniman sebagai refleksi yang disampaikan melalui media seni lukis. Selain
itu, karya ini diharapkan dapat menghadirkan bentuk ekspresi dari kekacauan dan
keteraturan secara bersamaan dalam karya lukis ekspresif. Adapun hasil capaian
dari proyek akhir ini berupa karya seni lukis yang merefleksikan kekacauan dan
keteraturan berdasarkan bentuk wajah Rahwana dari alam bawah sadar, sebagai
wujud “ekspresi Rahwana” dari dalam diri manusia.
Perpustakaan Digital ITB