digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Laelia Qodryafna Dewi [17020021]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Kesenian tradisi kerap terikat dengan mitos, seperti narasi Ramayana yang dituangkan dalam pertunjukan wayang purwa. Rahwana sebagai tokoh antagonis dalam epos ini merupakan manifestasi dari kekacauan kosmos sebagai oposisi kosmik dari protagonisnya. Amarah, salah satu sifat dalam dasamuka Rahwana, dipilih secara spesifik untuk menggambarkan kekacauan secara ekspresif. Demi mengembalikan keseimbangan kosmos, konsep seni musik gamelan berupa laras diadaptasi ke bentuk seni rupa untuk merespon chaos dalam karya lukis. Seni tradisi wayang purwa menjadi penghubung paradoks kekacauan Rahwana dengan keselarasan gamelan. Metode pembuatan karya menggunakan pendekatan Ekspresionisme cat minyak dengan teknik pisau palet dan konsep laras gamelan dalam karawitan. Teknik grattage dari aliran Surealis, ditarik mundur oleh seniman ke idiom Ekspresionisme dalam menggunakan pisau palet sebagai metode pengolahan ekspresi atau emosi intens dari alam bawah sadarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengekspresikan tentang mitos Rahwana berdasarkan alam bawah sadar seniman sebagai refleksi yang disampaikan melalui media seni lukis. Selain itu, karya ini diharapkan dapat menghadirkan bentuk ekspresi dari kekacauan dan keteraturan secara bersamaan dalam karya lukis ekspresif. Adapun hasil capaian dari proyek akhir ini berupa karya seni lukis yang merefleksikan kekacauan dan keteraturan berdasarkan bentuk wajah Rahwana dari alam bawah sadar, sebagai wujud “ekspresi Rahwana” dari dalam diri manusia.