Budaya fast fashion yang mengutamakan kesempurnaan visual industri telah
memicu penurunan apresiasi terhadap autentisitas material. Penelitian ini bertujuan
mengeksplorasi teknik stonewashing pada denim guna mewujudkan estetika wabisabi yang merepresentasikan keindahan dalam ketidaksempurnaan dan jejak waktu
yang diimplementasikan pada busana utilitarian dengan fokus fungsionalitas serta
daya tahan. Menggunakan metode kualitatif eksperimental, data primer diperoleh
melalui survei di Sakura Textile Mills dan Army Jeans Bandung serta uji coba mix
technique handcrafted di studio pada material denim 12,5 oz dan 14 oz. Hasil
eksperimen divalidasi menggunakan teori warna Kobayashi (1990) untuk
memetakan citra natural dan calm yang sesuai dengan prinsip filosofis penelitian.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode stonewashing manual
menghasilkan peluruhan warna yang lebih ekspresif dan beragam dibandingkan
finishing mesin industri yang cenderung homogen. Setiap metode memberikan
keunikan visual berupa efek penuaan matang dengan tetap menjaga kekuatan dan
integritas serat kain. Implementasi desain pada koleksi busana menyinkronisasikan
siluet protektif dan detail perangkat keras logam fungsional dengan estetika
peluruhan material. Hasil eksperimen ini diwujudkan melalui pencapaian warna
Medium Gray (N5) pada Set Busana 2, serta Slate Blue (PB/Gr) pada Set Busana 1
dan 3. Penelitian ini memberikan sumbangan berupa pendekatan desain pakaian
yang mengharmonisasikan nilai estetika wabi-sabi dengan standar daya tahan dan
fungsionalitas busana utilitarian.
Perpustakaan Digital ITB